Wartajavaindo.com
SEMARANG — Sebuah babak baru dalam perjalanan pelestarian budaya perkerisan terukir dalam acara serah terima kepengurusan Paguyuban Keris Puriwiji Semarang, yang berlangsung pada Kamis, 26 Juni 2026 pukul 10.00 WIB di Perumahan Unes Sukorejo, Jalan Dewi Sartika III Nomor 30 Semarang. Momen ini menjadi saksi sejarah pergantian pucuk pimpinan setelah organisasi ini berdiri dan berkarya selama lebih dari tiga dekade.
Puriwiji, yang merupakan singkatan dari Paheman Nguri-nguri Wesi Aji, didirikan pada 2 April 1995. Selama 31 tahun sejak berdirinya, paguyuban ini dipimpin oleh Drs. St. Sukirno, M.Si. Di bawah kepemimpinannya, Puriwiji yang semula belum banyak dikenal, tumbuh menjadi organisasi perkerisan yang besar, diakui secara luas di seluruh Indonesia, dan menjadi teladan bagi paguyuban sejenis. Puriwiji juga dikenal sebagai organisasi yang senantiasa aktif menggelar kegiatan budaya, seperti pameran keris dan sarasehan budaya yang diberi nama Tebu Wiji atau Temu Budaya Wesi Aji.
Dalam sambutannya, St. Sukirno menyampaikan pertanyaan mendalam yang menjadi landasan perjuangan paguyuban: “Haruskah kelak kita belajar ilmu perkerisan dari negeri orang?” Pertanyaan ini disampaikan untuk menggugah kesadaran akan pentingnya menjaga warisan leluhur sendiri. Ia menekankan bahwa kecintaan terhadap budaya, terutama keris pusaka, harus terus ditanamkan kepada generasi muda agar muncul penerus yang tulus melestarikan warisan adiluhung ini. Bahkan, ia mengajak para anggota untuk mendirikan museum mini di rumah masing-masing sebagai wujud nyata menyalurkan kecintaan terhadap benda pusaka tersebut.
Pada kesempatan bersejarah itu, St. Sukirno secara resmi menyerahkan amanah kepemimpinan kepada Asdar Winanto untuk periode 2026–2031. Sebagai ketua baru, Asdar Winanto menyatakan kesiapannya meneruskan visi dan misi pendahulunya, serta terus mengembangkan budaya perkerisan.
“Saya akan membawa Puriwiji tetap eksis dan tampil dalam berbagai kegiatan, baik pameran maupun sarasehan. Kami juga akan terus memberikan edukasi kepada masyarakat yang ingin mempelajari ilmu pakem perkerisan,” ujarnya.
Ia juga mengundang seluruh pencinta keris untuk hadir dalam sarasehan rutin yang diadakan setiap hari Minggu Kliwon, pukul 11.00 hingga 14.00 WIB, di Museum Ronggo Warsito Semarang. Menurutnya, pengetahuan dan pemahaman yang benar tentang keris sangat penting agar generasi muda dapat merawat, menghargai, dan menempatkan benda pusaka ini sebagai peninggalan budaya yang harus dijaga keberadaannya sepanjang masa.
Berikut adalah susunan lengkap kepengurusan Paguyuban Keris Puriwiji Semarang untuk periode 2026–2031:
– Pelindung / Penasehat: St. Sukirno, Suparwoto, Sutomo, Jati Priyono
– Ketua: Asdar Winanto
– Wakil Ketua: Surono
– Sekretaris: Sesario, Tomy
– Bendahara: Aris Krisdiantoro, Sarmono
– Bidang Edukasi: Priya, Dedy H
– Bidang Pelestarian: Watt, Priyo, Imam
– Kurator: Surono, Aris K
– Bidang Dana: Yoyok, Ronald
– Hubungan Masyarakat: Agus BS, Bandono, Widiyanto
– Bidang Umum: Supriyono (Jayeng), Edy Sulistiyono (Untung)
Dengan terbentuknya kepengurusan baru ini, harapan besar disematkan agar Puriwiji Semarang tetap menjadi garda terdepan dalam menjaga dan mengembangkan budaya perkerisan sebagai identitas bangsa Indonesia.
(SRN)









گینر ویکتور مارتینز، فلسفهای از تغذیه است که توسط خود ویکتور مارتینز طراحی شده است.
گینر استرویت، یک مکمل غذایی پودری است که با هدف تامین کالری بالا، کربوهیدراتهای پیچیده و پروتئینهای باکیفیت برای ورزشکاران طراحی شده است.