Wartajavaindo.com
BADUNG, BALI – Guna menjembatani teori akademik dan praktik penegakan hukum di lapangan, puluhan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang menggelar kunjungan studi lapangan ke Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai, Bali. Kunjungan ini menjadi langkah strategis bagi para calon yuris untuk memahami secara langsung dinamika hukum keimigrasian di salah satu pintu gerbang internasional tersibuk di Indonesia.
Rombongan civitas akademika Unwahas yang terdiri dari mahasiswa dan dosen pembimbing ini disambut hangat oleh jajaran struktural Kanim Ngurah Rai. Dalam pertemuan yang berlangsung interaktif di Aula Kantor Imigrasi, para mahasiswa mendapatkan pemaparan komprehensif mengenai tugas pokok dan fungsi keimigrasian.
Fokus pada Pengawasan WNA dan Pelayanan Publik
Fokus utama dari diskusi dalam kunjungan ini adalah implementasi Undang-Undang Keimigrasian, khususnya terkait pengawasan Warga Negara Asing (WNA) di Bali yang kerap menjadi sorotan publik.
Pihak Kanim Ngurah Rai memaparkan bagaimana proses intelijen dan penindakan keimigrasian (Inteldakim) bekerja di lapangan. Mahasiswa diajak untuk membedah studi kasus nyata, mulai dari penanganan WNA yang melanggar izin tinggal (overstay), penyalahgunaan visa, hingga pendeportasian pelanggar hukum.
Selain penegakan hukum, rombongan juga diperkenalkan pada berbagai inovasi pelayanan publik berbasis digital yang diterapkan oleh Kanim Ngurah Rai, seperti fasilitas autogate di bandara dan sistem permohonan paspor elektronik.
Sinergi Akademik dan Praktik Hukum
Perwakilan dosen pembimbing Fakultas Hukum Unwahas menyampaikan apresiasinya atas sambutan dan ilmu yang diberikan oleh jajaran Kanim Ngurah Rai.
“Melalui kunjungan ini, mahasiswa tidak hanya membaca aturan di atas kertas atau di ruang kelas, tetapi melihat langsung bagaimana hukum keimigrasian ditegakkan di lapangan yang memiliki kompleksitas tinggi seperti di Bali. Ini adalah bekal yang sangat berharga bagi mereka sebelum terjun ke dunia profesi hukum sesungguhnya,” ungkap perwakilan Unwahas.
Sementara itu, pihak Kanim Ngurah Rai berharap kunjungan ini dapat memberikan perspektif baru bagi para mahasiswa mengenai pentingnya peran imigrasi dalam menjaga kedaulatan negara, sekaligus merangsang minat akademisi untuk terus mengkaji dan menyumbangkan pemikiran bagi penyempurnaan sistem hukum keimigrasian di Indonesia.
Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab yang antusias dari para mahasiswa, pertukaran cenderamata dari kedua belah pihak, dan sesi foto bersama. Rombongan kemudian diajak berkeliling melihat fasilitas pelayanan publik di area kantor imigrasi untuk mengamati langsung alur pelayanan yang diberikan kepada masyarakat maupun WNA. (Wdd)








