Menjembatani Teori dan Praktik: Mahasiswa Hukum Unwahas Semarang Belajar Langsung di Kantor Imigrasi Ngurah Rai

Wartajavaindo.com

BADUNG, BALI – Guna menjembatani teori akademik dan praktik penegakan hukum di lapangan, puluhan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang melaksanakan kunjungan studi lapangan ke Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai, Bali pada hari Kamis (02-07-2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis bagi para calon yuris untuk memahami secara langsung dinamika hukum keimigrasian di salah satu pintu gerbang internasional tersibuk di Indonesia.

Rombongan yang terdiri dari mahasiswa dan dosen pembimbing disambut hangat oleh jajaran pimpinan dan staf Kanim Ngurah Rai. Dalam pertemuan interaktif yang berlangsung di aula kantor, para peserta mendapatkan pemaparan komprehensif mengenai tugas pokok, fungsi, serta tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan tugas keimigrasian sehari-hari.

 

Fokus Pengawasan WNA dan Inovasi Pelayanan

Diskusi yang dipandu oleh Takwim Azami, S.H.,M.Kn, selaku Kaprodi Hukum berpusat pada penerapan Undang-Undang Keimigrasian, khususnya terkait pengawasan Warga Negara Asing (WNA) di Bali yang kerap menjadi sorotan publik. Pihak Kanim menjelaskan mekanisme kerja intelijen dan penindakan keimigrasian (Inteldakim), serta mengajak mahasiswa menelaah studi kasus nyata—mulai dari penanganan WNA yang melanggar izin tinggal, penyalahgunaan jenis visa, hingga proses pendeportasian bagi pelanggar aturan.

Selain aspek penegakan hukum, rombongan juga diperkenalkan pada berbagai inovasi pelayanan publik berbasis digital yang diterapkan, seperti fasilitas autogate di area bandara dan sistem permohonan paspor elektronik yang bertujuan mempercepat akses layanan bagi masyarakat dan pengguna jasa.

Sinergi Antara Dunia Akademik dan Lembaga Penegak Hukum

Dr. M. Shidqon Prabowo, S.H., M.H., selaku Dekan Fakultas Hukum sekaligus perwakilan dosen pembimbing dan Kaprodi Hukum Unwahas, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas sambutan dan materi yang diberikan.

“Melalui kunjungan ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari aturan di atas kertas atau di ruang kelas, tetapi melihat langsung bagaimana hukum keimigrasian ditegakkan di lapangan dengan tingkat kompleksitas yang tinggi seperti di Bali. Ini menjadi bekal sangat berharga sebelum mereka terjun ke dunia profesi hukum sesungguhnya,” ujarnya.

Sementara itu, pihak Kanim Ngurah Rai berharap kegiatan ini dapat membuka wawasan baru bagi mahasiswa tentang peran strategis imigrasi dalam menjaga kedaulatan negara. Di sisi lain, sinergi ini juga diharapkan dapat mendorong dunia akademik untuk terus mengkaji dan memberikan masukan guna penyempurnaan sistem hukum keimigrasian nasional.

Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab yang berlangsung antusias, pertukaran cenderamata, sesi foto bersama, serta peninjauan langsung ke area fasilitas pelayanan untuk mengamati alur kerja yang diterapkan.

(Wdd)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *