JEPARA — Wartajavaindom.com
Prosesi sakral Buka Luwur Ratu Kalinyamat tahun ini tidak hanya menjadi panggung masyarakat Jepara. Ia berubah menjadi ruang perjumpaan budaya ketika mahasiswa dari 12 negara ikut melangkah dalam kirab, Rabu, bagian dari peringatan Hari Jadi ke-477 Kabupaten Jepara. Jumat, (9/4/2026).
Delegasi lintas benua itu datang dari Mesir, Nigeria, Kepulauan Solomon, Kenya, Vanuatu, Zimbabwe, Tanzania, Prancis, Timor Leste, Papua Nugini, hingga Pakistan. Mereka bukan penonton. Dengan balutan kain tradisional dan langkah yang menyatu dalam arak-arakan, para mahasiswa ikut mengusung duplikat luwur—kain penutup makam Ratu Kalinyamat—menyusuri rute sejarah dari pendopo kabupaten menuju Mantingan.
Keterlibatan mereka bukan kebetulan. Para mahasiswa tercatat sebagai peserta program internasional di tiga kampus Jawa Tengah: Universitas Negeri Semarang (Unnes), Universitas Wahid Hasyim (Unwahas), dan Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara. Kirab Buka Luwur menjadi “kelas lapangan” yang tidak tertulis di silabus: belajar makna kepemimpinan perempuan Nusantara, kosmopolitanisme Jepara abad ke-16, dan filosofi _mikul dhuwur mendhem jero_ secara langsung dari denyut tradisinya.
Tak berhenti di jalan, interaksi berlanjut ke lingkaran _kepungan_. Mahasiswa duduk lesehan bersama warga, menyantap tumpeng dari satu wadah, mempraktikkan nilai kebersamaan yang dalam budaya Jawa disebut _mangan ora mangan anggere kumpul_. Di titik itu, diplomasi budaya terjadi paling jujur: tanpa podium, hanya nasi, lauk, dan percakapan yang diterjemahkan senyum.
*Hussain Abid*, mahasiswa asal Pakistan, menyebut pengalaman itu melampaui ekspektasi akademis.
“Saya sangat senang bisa mengikuti Hari Jadi Jepara ke-477. Budaya Jawa ternyata bukan hanya eksotis di buku, tetapi hidup, hangat, dan mengajak siapa pun masuk ke dalamnya. Selamat Hari Jadi Jepara ke-477,” katanya. Ia mengaku sudah menandai kalender untuk kembali tahun depan.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jepara *Ali Hidayat* menilai partisipasi mahasiswa asing sebagai bentuk diplomasi akar rumput yang efektif.
“Kita sering bicara promosi budaya ke luar negeri lewat brosur dan pameran. Hari ini budayanya sendiri yang mengundang dunia datang, merasakan, lalu bercerita. Setiap mahasiswa yang ikut kirab adalah duta tidak resmi Jepara di negaranya,” ujar Ali.
Secara edukatif, Buka Luwur mengajarkan tiga hal sekaligus: pertama, sejarah maritim dan kepemimpinan perempuan melalui figur Ratu Kalinyamat yang disegani Portugis dan Belanda; kedua, manajemen simbol lewat tradisi mengganti luwur sebagai cara masyarakat merawat ingatan kolektif; ketiga, toleransi aktif ketika warga membuka ruang bagi liyan untuk menjadi bagian dari ritus yang sakral.
Kirab usai, tetapi dampaknya berlanjut. Foto dan cerita 12 negara itu kini berpindah ke media sosial, grup kampus, hingga ruang keluarga di Nairobi, Port Moresby, dan Paris. Jepara tidak sekadar dikenal sebagai kota ukir. Ia diingat sebagai daerah yang menjadikan tradisi sebagai bahasa pergaulan global—elegan dalam laku, edukatif dalam makna.
Rangkaian HUT ke-477 masih berlanjut, namun pesan dari Buka Luwur tahun ini sudah jelas: ketika akar budaya dikuatkan, dahan persahabatan dunia akan tumbuh dengan sendirinya.
(Edi P)








Caliente.mx bet? I’m in! Heard some good things. Gotta check it out. Maybe I’ll win big this weekend! Click here to learn more: caliente.mx bet
Calientesports.mx l… hmm, not sure what the ‘l’ is for, but sounds like Caliente! Hope they have good odds on the Liga MX. Gonna scope it out, maybe drop a few pesos. Find it here: calientesports.mx l
Calientesports is my go-to for sports betting. Great selection of games and easy to use. Definitely recommend! See all the action here: calientesports