Bermitra dengan Pemkab Rembang, PEKNAS Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Akses Permodalan

Wartajavaindo.com

REMBANG, Kamis, 16 April 2026 – Upaya mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar semakin berkembang dan naik kelas terus dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor. Dewan Pimpinan Cabang Penguatan Ekonomi Kerakyatan Nasional (PEKNAS) bermitra dengan Pemerintah Kabupaten Rembang dalam menyelenggarakan seminar permodalan yang melibatkan perbankan dan dunia usaha di hotel gajahmada rembang.

 

Kegiatan yang diikuti sekitar 100 anggota PEKNAS dan pelaku UMKM ini secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Dindagkop UKM) Kabupaten Rembang, Mohammad Mahzfud, SH., MH. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah, lembaga keuangan, dan organisasi ekonomi kerakyatan menjadi kunci dalam memperkuat ekosistem UMKM.

“Melalui kemitraan seperti ini, kami berharap UMKM di Rembang tidak hanya bertahan, tetapi mampu berkembang dan naik kelas dengan dukungan akses permodalan yang semakin terbuka,” ujarnya.

Seminar ini bertujuan untuk membuka akses pembiayaan sekaligus meningkatkan kapasitas pelaku UMKM, khususnya dalam pengelolaan keuangan dan pemanfaatan teknologi digital dalam usaha.

Perwakilan dari Bank Jateng dalam pemaparannya menyampaikan kesiapan untuk menjalin kolaborasi dengan PEKNAS dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Program ini diharapkan menjadi solusi pembiayaan yang mudah diakses oleh pelaku UMKM. Selain itu, Bank Jateng juga mendorong penggunaan sistem pembayaran digital melalui QRIS guna mempermudah transaksi dan meningkatkan pencatatan keuangan usaha secara lebih tertib.

Sementara itu, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menawarkan berbagai skema pembiayaan yang dapat diakses baik secara individu maupun kelompok. PNM juga memberikan pendampingan usaha secara rutin setiap tahun, mencakup peningkatan kualitas produk, pengelolaan usaha, hingga strategi pemasaran. Dalam kesempatan tersebut, PNM turut mendorong anggota PEKNAS untuk membentuk kelompok usaha sebagai bagian dari persyaratan pengajuan pembiayaan.

Dari sisi dunia usaha, narasumber dari Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), Arifin SE, menyoroti pentingnya disiplin dalam manajemen keuangan. Menurutnya, masih banyak pelaku UMKM yang unggul dalam produksi, namun belum optimal dalam pencatatan keuangan.

“Pencatatan keuangan yang baik akan membantu pelaku usaha dalam mengukur kinerja dan menjaga keberlanjutan usaha. Ke depan, KADIN siap memfasilitasi penerapan sistem keuangan berbasis digital bagi anggota PEKNAS,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, kemitraan antara PEKNAS dan Pemkab Rembang diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi penguatan UMKM. Selain mempermudah akses permodalan, sinergi ini juga menjadi langkah strategis dalam meningkatkan daya saing UMKM lokal agar mampu menembus pasar yang lebih luas dan berkelanjutan.

SH/ Juharmanik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 Komentar