WartaJavaindo.com
MAGELANG (17/4/2026) — Gelora semangat kebangsaan membara di Lembah Tidar! Sebanyak 557 Ketua DPRD se-Indonesia turun langsung mengasah jiwa kepemimpinan dalam Retreat Kepemimpinan Nasional di Akademi Militer (Akmil), Magelang. Selama lima hari penuh, 15-19 April 2026, para wakil rakyat ini ditempa untuk jadi nakhoda daerah yang tangguh dan selaras dengan haluan nasional.
Digagas Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas), retreat ini bukan sekadar kumpul. Ini kawah candradimuka strategis yang menyatukan denyut nadi pusat dan daerah. Tujuannya jelas: pastikan setiap derap pembangunan di daerah seirama dengan langkah besar Indonesia.
Ketua DPRD Jepara menegaskan, forum ini adalah momentum emas yang tak boleh disia-siakan. “Ini bukan ruang seremonial. Ini medan tempur gagasan untuk menyamakan frekuensi pusat dan daerah. Kebijakan tak boleh jalan sendiri-sendiri. Harus saling menguatkan, saling menggedor, demi rakyat!” serunya berapi-api.
Lima hari di Akmil, para Ketua DPRD benar-benar digembleng. Agendanya padat, disiplin, dan menusuk ke jantung persoalan bangsa.
Mereka dibekali wawasan kebangsaan, dibedah tantangan geopolitik global, diperkokoh empat konsensus dasar bangsa, hingga diuji lewat simulasi kepemimpinan di tengah krisis. Bukan cuma duduk manis. Ada baris-berbaris, olahraga bersama, hingga dialog tajam langsung dengan pengambil kebijakan nasional.
Panggung retreat makin panas dengan hadirnya para tokoh nasional: pimpinan Lemhanas, menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju, jenderal TNI-Polri, hingga pejabat kunci dari Kemendagri dan Kemenkeu. Mereka hadir bukan memberi ceramah, tapi menyalakan alarm: Indonesia butuh pemimpin daerah yang melek global, tapi tetap pijak bumi di daerahnya.
Retreat ini punya misi besar: cetak Ketua DPRD yang berwawasan kebangsaan baja, bernyali mengambil keputusan, dan piawai menyambung kebijakan pusat ke daerah tanpa putus. Di tengah gempuran ekonomi dan tarik-menarik geopolitik dunia, daerah tak boleh gagap. Harus adaptif, cepat, dan terukur.
Ketua DPRD Jepara menekankan, era pembangunan sekarang menuntut kolaborasi tanpa sekat. “Dari Magelang ini kita pastikan: tak ada lagi jurang antara Jakarta dan Jepara. Kalau pusat dan daerah sudah satu paham, program nasional pasti nyampe ke rakyat, dan nyampe-nya pas. Bukan asal turun,” tegasnya.
Lebih dari sekadar pembekalan, retreat ini jadi ruang konsolidasi akbar. 557 Ketua DPRD saling tukar jurus, perkuat jejaring, dan ikrarkan komitmen: kawal agenda Indonesia Maju sampai ke pelosok.
Dari kawah Akmil Magelang, api sinkronisasi itu dinyalakan. Tugas para Ketua DPRD: bawa pulang bara semangat itu, lalu jadikan kebijakan yang konkret, terasa, dan memerdekakan rakyat di daerah masing-masing.
Edi P






