Wartajavaindo.com
MAJENANG, CILACAP – Memasuki bulan Sura dalam penanggalan Jawa yang diyakini sebagai bulan penuh makna dan berkah, warga RT 05 RW 04 Dusun Mulyadadi, Desa Mulyadadi, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, menggelar kegiatan rutin tahunan yang diberi nama Suran. Acara berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan pada hari Sabtu, 27 Juni 2026, mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai di rumah ketua RT Daimun .
Kegiatan yang telah dijalankan secara turun-temurun ini menjadi agenda tetap warga setiap kali memasuki bulan Sura. Bukan sekadar tradisi semata, Suran dimaknai sebagai sarana mempererat silaturahmi, meningkatkan ketaatan beragama, serta wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala nikmat dan keselamatan yang diberikan selama ini.
Dihadiri Warga dan Tokoh Lingkungan.
Acara dihadiri secara antusias oleh hampir seluruh warga RT 05 RW 04 tanpa memandang usia maupun latar belakang. Selain warga sendiri, turut hadir sejumlah tamu undangan yang memperkuat suasana kebersamaan. Di antaranya adalah Ketua RT lingkungan sebelah, yaitu Bapak misno dan Bapak Darsono, Kepala Dusun Mulyadadi Ibu Haryanti, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat yang sangat dihormati di wilayah tersebut, yakni Kyai Basrudin, Kyai Sukmawanto, dan Mbah Nursalim.
Kehadiran para tokoh ini memberikan makna lebih pada kegiatan, sekaligus menjadi bukti bahwa tradisi Suran mendapat dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat di Desa Mulyadadi.
Rangkaian Acara Penuh Makna.
Rangkaian kegiatan berjalan tertib dan dipandu oleh tokoh masyarakat setempat, Bapak Sangidun. Acara diawali dengan pembacaan Basmallah dilanjutkan dengan sambutan -sambutan diteruskan dengan kegiatan dzikir dan tahlil bersama yang dipimpin langsung oleh Kyai Sukmawanto. Suara dzikir yang dilantunkan secara bersama-sama menciptakan suasana yang khusyuk dan penuh ketenangan.
Setelah rangkaian ibadah selesai, dilanjutkan dengan sesi penyampaian hikmah dan makna Suran yang disampaikan oleh Mbah Nursalim. Dalam penjelasannya, beliau menguraikan secara mendalam maksud dan tujuan diadakannya tradisi ini.
“Bulan Sura adalah momentum yang tepat bagi kita untuk merenungkan kembali perjalanan hidup, membersihkan hati dari sifat buruk, memperbaiki hubungan sesama manusia, serta mempererat tali persaudaraan. Suran mengajarkan kita untuk selalu bersyukur atas nikmat yang ada, sekaligus memohon perlindungan dan keberkahan agar lingkungan kita senantiasa dijauhkan dari marabahaya, dan warga hidup rukun serta sejahtera,” jelas Mbah Nursalim di hadapan hadirin.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Kyai Basrudin, memohon keselamatan, keberkahan, dan kemajuan bagi seluruh warga Dusun Mulyadadi, Desa Mulyadadi, dan wilayah Cilacap pada umumnya.
Laporan Keuangan Transparan.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua RT 05 RW 04, Bapak Daimun, menyampaikan laporan penggunaan kas lingkungan secara terbuka dan transparan kepada seluruh warga. Ia menjelaskan bahwa dana kas yang dikelola digunakan untuk membiayai seluruh kebutuhan pelaksanaan acara Suran kali ini.
“Setelah seluruh biaya untuk keperluan acara hari ini terpenuhi, kami sampaikan bahwa sisa kas RT 05 saat ini masih tersedia sebesar lebih dari Rp4.400.000. Dana ini akan kami simpan dan gunakan untuk keperluan kegiatan warga yang akan datang, sesuai kesepakatan bersama,” ujar Bapak Daimun yang disambut dengan persetujuan dan apresiasi dari warga.
Berkah dan Harapan.
Sebagai bentuk kebersamaan dan berbagi rezeki, setiap warga yang hadir dalam acara ini dibagikan bingkisan berupa nasi beserta lauk gulai ayam untuk dibawa pulang. Makanan ini dianggap sebagai berkah yang diharapkan dapat membawa kebaikan bagi setiap keluarga di rumah masing-masing.
Menurut penuturan Bapak Sangidun selaku pembawa acara, seluruh rangkaian kegiatan berjalan dari awal hingga akhir dalam suasana yang aman, tertib, dan penuh kekeluargaan.
“Alhamdulillah, acara hari ini berjalan lancar tanpa kendala. Semoga tradisi Suran ini dapat terus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang, sehingga semangat persatuan, kebersamaan, dan ketaatan beragama di lingkungan kita tetap terjaga dengan baik,” harapnya.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan ikatan persaudaraan antar warga semakin erat, serta lingkungan Dusun Mulyadadi tetap menjadi tempat yang aman, rukun, dan penuh kedamaian untuk ditinggali.( Sangidun/tim)








