Wartajavaindo.com.
Blora– Suasana meriah menyelimuti ruas jalan Karangori Desa Bogem, Kecamatan Japah Kabupaten Blora,pada Rabu Kliwon, 13/05/2026. Ratusan warga tumpah ruah mengikuti dan menyaksikan Kirab Budaya sedekah Bumi yang diikuti oleh perwakilan RT/07 , dan RW di wilayah setempat.
Sepanjang rute kirab, mata penonton dimanjakan dengan aneka kostum unik dan kreatif yang dikenakan para peserta. Keberagamaan busana ini menjadi daya tarik tersendiri sekaligus bukti nyata semangat warga dalam melestarikan budaya di tengah era modern.
Tak hanya kostum, sejumlah tujuh gunungan yang berisi jajan pasar serta hasil bumi menjadi pusat perhatian. Gunungan tersebut diarak mengelilingi Desa, stat awal yang di mulai dari lapangan Sebagai simbol raya syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan Keberkahan, rezeki, kesehatan, keselamatan, serta hasil panen yang melimpah bagi Warga Karangori Desa Bogem.
Puncak keseruan terjadi saat rombongan kirab tiba di pertigaan punden sendang gowak. Begitu di persilahkan oleh panitia, warga langsung berebut isi Gunungan dengan antusias. Tradisi,” ngalap berkah” ini pun berlangsung tertib namun penuh keceriaan.
Sisi kreativitas juga terpancar dari berbai tampilan seni yang melibatkan Drumband/merchiband gita nada dari MTS Diponegoro Japah,tidak itu juga ikut tari Jaranan Barongan SWK Karangori Bogem,mulai dari anak- anak , remaja hingga orang dewasa.
Sebagai penutup yang di nantikan, dihibur dengan Langen beksan Tayub Dwi Laras dari kembang, sehari semalam.

Kepala Desa Bogem Kamto , menyampaikan apresiasi setinggi- tingginya kepada seluruh Warga. Ia menyebut, keberhasilan acara ini adalah buah dari gotong royong, khususnya gabungan RT dan RW Karangori Desa Bogem.
“Warga sangat luar biasa, baik dari sisi kreativitas maupun antusiasmenya.
Semangat gotong royong inilah yang akhirnya melancarkan acara Sedekah Bumi tahun 2026 ini,” Ujar Kamto selaku kepala Desa Bogem.
Dirinya pun berharap agar tradisi ini dapat terus dijaga dan dilaksanakan lebih meriah lagi di masa mendatang.
“Semoga kegiatan ini terus berlangsung di tahun- tahun berikutnya sebagai bentuk kerukunan dan pelestarian jati diri bangsa,” pungkasnya.

(Alipkaryono)






