Semarak Kirab Budaya Sedekah Bumi Dukuh Soronini Kelurahan Sono Kulon

 

Wartajavaindo.com

TODANAN -Suasana meriah menyelimuti ruas jalan di kelurahan Sonokulon Dukuh Soronini, kecamatan Todanan kabupaten Blora pada Hari kamis Paing 30 April 2026.

Ratusan Warga tumpah ruah mengikuti dan menyaksikan Kirab Budaya Sedekah Bumi yang diikuti oleh perwakilan RT 10 dan masing masing RW Di wilayah setempat.

Sepanjang rute kirab, mata penonton dimanjakan dengan aneka kostum unik dan kreatif yang dikenakan para peserta.

Keberagamaan busana ini menjadi daya tarik tersendiri sekaligus bukti nyata Semangat Warga dalam melestarikan budaya di tengah era modern.

Tak hanya kostum, sejumlah 10 Gunungan yang berisi jajanan pasar Sayur mayur seperti tomat kacang pare jagung padi serta hasil bumi lainnya menjadi pusat perhatian.

Gunungan tersebut diarak keliling Dari balaidesa Kelurahan sebagai simbol rasa syukur Kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan Keberkahan, rezeki kesehatan, keselamatan, serta hasil panen yang melimpah bagi warga Dukuh Soronini.

Puncak keseruan terjadi saat rombongan kirab tiba di simpang punden Kiageng Putat, Begitu dipersilahkan oleh panitia, Setelah diadakan Do’a bersama yang di pimpin langsung oleh tokoh masyarakat adat setempat. Warga langsung berebut isi Gunungan dengan antusias. Tradisi “ngalap berkah” ini pun berlangsung tertib namun penuh keceriaan.

Sisi kreativitas juga terpancar dari berbagai tampilan seni yang melibatkan kolaborasi lintas generasi, mulai dari anak anak, remaja hingga orang dewasa.

Sebagai penutup yang di nantikan, menyajikan sebuah hiburan seni tradisional hiburan Ringgit Purwa/wayang kulit yang mendatangkan Dalang Ki Nukiyanto dari Blora.

Dengan tema cerita/lakon WAHYU Sandang pangan atau turunnya Wahyu Kamulyan Sandang pangan.

Dengan alur cerita tersebut sangat memukau mengundang decak kagum seluruh pengunjung.

Pejabat Kepala Kelurahan Sonokulon WAHYUDI , menyampaikan apresiasi setinggi – tingginya kepada seluruh Warga. Ia menyebut, keberhasilan acara ini adalah buah dari gotong royong, khususnya gabungan RT dan RW.

“Warga sangat luar biasa, baik dari sisi kreativitas maupun antusiasmenya.

Semangat gotong royong inilah yang akhirnya melancarkan acara Sedekah Bumi tahun 2026 ini,” ujar Wahyudi selaku kepala Desa Sonokulon.

Dirinya pun berharap agar tradisi ini dapat terus dijaga dan dilaksanakan lebih meriah lagi di masa mendatang.

“Semoga kegiatan ini terus berlangsung di tahun tahun berikutnya sebagai bentuk kerukunan dan pelestarian jati diri bangsa,” pungkasnya. ( Karyono )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *