Ratusan Petani Tebu Demo di Depan Pabrik GMM Blora, Tuntut Harga & Rendemen Transparan

Blora,  Wartajavaindo.com.

Sekitar ratusan petani tebu menggelar aksi demo di depan Pabrik Gula GMM Todanan, Blora, [Senin 1/6/2026]. Mereka menuntut kenaikan harga tebu dan transparansi perhitungan rendemen. Aksi dikawal ketat aparat gabungan TNI-Polri.

Massa mulai berkumpul pukul [08.30] WIB di [pertigaan Desa Kedungwungu], Todanan. Mereka datang pakai truk dan pikap bermuatan tebu serta spanduk bertuliskan “Harga Tebu Murah, Petani Susah” dan “GMM Jangan Bohongi Rendemen”.

Koordinator aksi, Exi Wijaya selaku perwakilan FBS dari front Blora Selatan dan Paguyuban Petani Tebu Rakyat Blora, menyebut aksi ini dipicu harga tebu yang anjlok. “Tahun ini GMM cuma beli dengan harga yang tak sesuai Modal tanam Belum lagi potongan rendemen nggak jelas. Petani tekor,” teriak Exi Wijaya saat orasi.

Petani membawa 3 tuntutan kata Anton Sudibyo ke manajemen GMM:

*Naikkan harga tebu* sesuai biaya produksi.

*Buka data rendemen* tiap truk secara terbuka.

*Libatkan perwakilan petani* saat uji rendemen di laboratorium pabrik.

Pukul [09.30] WIB massa tiba di depan portal GMM Todanan. Aksi dijaga personel gabungan Polsek Todanan, Koramil, dan Sat Sabhara Polres Blora dipimpin Kapolsek Todanan Iptu Suhari.

Arus lalu lintas di Jalan Todanan-Ngawen sempat tersendat 15 menit karena truk massa diparkir di bahu jalan. Petugas Sat Lantas langsung mengatur agar tidak tutup total.

Pukul [10.15] WIB, Humas GMM menemui 5 perwakilan petani. menyatakan harga sesuai HPP Kemenkeu. “Rendemen rendah karena faktor kemarau. Kami siap diaudit bareng,” katanya.

Petani menolak penjelasan itu. Setelah nego 1 jam, disepakati mediasi di Dinas Pertanian Blora pada [Selasa 2/6/2026] dengan menghadirkan GMM, Asosiasi Petani Tebu, dan Disbun.

Pukul [11.30] WIB massa membubarkan diri dengan tertib. Tidak ada pembakaran ban, sweeping, atau penangkapan. Aktivitas bongkar tebu di GMM terhenti 2 jam.

Kapolsek Todanan Iptu Suhari, mengapresiasi aksi damai. “Semua kondusif. Kami kawal aspirasi, tapi tetap jaga Kamtibmas. Terima kasih petani tertib,” ujarnya.

Ketua Organisasi Tani mengatakan aksi lanjutan jika mediasi buntu. “Kalau harga nggak naik, kami setop kirim tebu ke GMM,” tegasnya.

(Karyono)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *