Andini, Seorang Ibu Hebat di Jeruklegi Berjuang Sendiri Rawat Tiga Anggota Keluarga Lumpuh Permanen

Wartajavaindo.com

Cilacap, 8 Juni 2026 — Beban hidup yang berat harus dipikul oleh Andini (39), seorang ibu rumah tangga warga RT 04 RW 13 Dusun Beber, Desa Tritih Lor, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap. Ia harus berjuang seorang diri menghidupi sekaligus merawat tiga orang anggota keluarganya yang mengalami kelumpuhan permanen dan tidak mampu beraktivitas sendiri di dalam satu rumah.

 

Kondisi yang sangat memprihatinkan ini dipastikan langsung oleh awak media yang mendatangi lokasi pada Minggu (7/6/2026) pagi, setelah menerima laporan dan informasi dari masyarakat sekitar. Didampingi oleh Ketua RT setempat, Sangifun, wartawan melihat langsung kenyataan pahit tersebut: dua remaja berusia 18 tahun dan 11 tahun, serta seorang lansia berusia 63 tahun, hanya bisa terbaring lemah dan tak berdaya di atas tempat tidur masing-masing. Tidak ada yang bisa berjalan, bahkan untuk sekadar memenuhi kebutuhan pribadi pun mereka bergantung sepenuhnya pada Andini.

 

Dari cerita Andini, ternyata kedua anaknya tidak terlahir dalam kondisi cacat atau sakit. Keduanya dulunya tumbuh dan berjalan normal seperti anak-anak lainnya. Namun, nasib buruk mulai menghampiri saat mereka menginjak bangku kelas 3 Sekolah Dasar. Di usia tersebut, secara bertahap mereka mulai mengeluhkan gangguan dan rasa sakit pada bagian kaki. Kondisi itu terus memburuk hingga akhirnya keduanya mengalami kelumpuhan total yang bertahan hingga hari ini dan tidak bisa disembuhkan kembali.

 

Sejak saat itu, kehidupan Andini berubah seratus delapan puluh derajat. Ia harus berperan ganda, menjadi ibu sekaligus bapak bagi anak-anaknya, serta menjadi perawat utama bagi seluruh penghuni rumah. Demi menyambung nyawa dan membiayai sedikit kebutuhan perawatan dasar keluarganya, Andini rela bangun pagi hingga sore hari bekerja keras sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT) di lingkungan sekitar. Penghasilannya pun sangat terbatas, pas-pasan, dan jauh dari cukup untuk menanggung biaya pengobatan yang seharusnya rutin dilakukan.

 

Dengan nada suara yang bergetar dan mata berkaca-kaca, Andini menceritakan perjuangannya selama ini. “Semua upaya pengobatan medis sudah saya usahakan, saya bawa berobat ke mana saja yang saya mampu. Namun karena keterbatasan biaya yang sangat besar, kami tidak bisa berobat secara rutin dan lengkap. Saat ini kami hanya bisa pasrah menerima keadaan dan berusaha bertahan sekuat tenaga,” ujarnya dengan penuh kesedihan.

 

Kisah perjuangan ibu tangguh ini menyentuh hati publik setelah rekaman video hasil peliputan disebarluaskan ke media. Kabar baik pun mulai berdatangan. Berbagai pihak, mulai dari Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, hingga Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cilacap, telah memberikan respons positif dan menyatakan kesiapannya untuk turun langsung memberikan perhatian, bantuan, serta penanganan yang dibutuhkan keluarga tersebut.

 

Ketua RT 04, Sangifun, yang sejak awal mengetahui dan menyaksikan kesulitan warganya ini, sangat berharap bantuan tersebut bisa segera direalisasikan. Ia mengaku sudah lama berupaya membantu semampunya, namun kapasitas warga tentu sangat terbatas.

 

“Harapan kami, ibu Andini dan keluarganya ini bisa segera dibantu oleh pemerintah dan pihak terkait. Terutama kami berharap ada penanganan medis berkala agar kondisi mereka tidak makin parah, serta bantuan kebutuhan pokok sehari-hari karena ibu Andini bekerja sendirian dan penghasilannya sangat kecil,” tutur Sangifun.

 

Secara administrasi dan aturan yang berlaku, Andini dan keluarganya sebenarnya sudah sangat layak dan berhak penuh menerima bantuan sosial. Dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) milik pemerintah, nama Andini dan keluarganya sudah tercatat dalam kategori Desil 1. Artinya, mereka masuk dalam kelompok masyarakat yang paling miskin, paling rentan, dan menjadi prioritas utama penerima bantuan dari negara.

 

Kini, harapan besar tertuju pada kecepatan penyaluran bantuan tersebut. Kehadiran uluran tangan pemerintah dan masyarakat diharapkan mampu meringankan sedikit beban berat yang selama ini dipikul oleh Andini, sosok ibu hebat yang tak pernah lelah berjuang demi keluarganya di tengah keterbatasan yang sangat berat.

( Tim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *