Sedekah Bumi: Tradisi Syukur Kepada Alam di Desa Dorosemi

Wartajavaindo.com

GROBOGAN – Sedekah bumi merupakan salah satu tradisi leluhur yang masih di lestarikan oleh masyarakat Desa Dorosemi, Kecamatan Ngaringan Kabupaten Grobogan propinsi Jawa Tengah. Acara ini di gelar setiap tahun sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rezeki dan hasil bumi yang melimpah. Bukan hanya sekedar ritual, sedekah bumi juga menjadi momentum untuk mempererat Silaturahmi antar masyarakat dan menjaga kelestarian Adat Budaya Setempat.
Prosesi di mulai dari Sambutan Oleh Sesepuh Desa Kadus Dorosemi SRi SUSILO memanjat kan Doa doa Keselamatan dan kesejahteraan bagi Seluruh Masyarakat. Dalam Sambutannya, Kadus Dorosemi Mengingatkan menjaga hubungan harmonis dengan Alam. Warga percaya bahwa tanah yang mereka pijak dan air yang mereka gunakan Sehari hari Anugrah yang harus dijaga dan di syukuri. Doa bersama ini di Sertai dengan persembahan Hasil Bumi Seperti Padi, Sayuran dan Buah buahan Sebagai simbol rasa Syukur dan Harapan atas Kesuburan tanah.
Setelah proses Doa, di lanjutkan dengan Syukuran bersama. Seluruh Warga berkumpul Kirab Budaya Sedekah Bumi yang di Adakan Di Dukuh Dorosemi Stat Awal yang di mulai dari Rumah Kadus SRI SUSILO seluruh Warga membawa Gunungan.


Ada 6 jenis gunungan yang dihias sedemikian rupa, Diarak keliling menuju Punden Mbah Doro , yang dulu adalah sebuah pusaka Mataram Dayang Abdi. Sebuah cikal bakal Dukuh Dorosemi, Tidak hanya Tumpeng dan gunungan Acara Sedekah Bumi yang diadakan pada Hari Sabtu Wage 02/05 /2026 Di kampung Dorosemi Desa Tanjungharjo Kecamatan Ngaringan Kabupaten Grobogan Sebagai kampung BHENIKA, Kata dari salah satu ketua RW Jumanto yang di tanya Tim Media WARTA JAVAINDO.
Sedekah bumi di Dukuh Dorosemi bukan hanya sekedar perayaan tahunan , tetapi juga Warisan budaya yang mengandung filosofi mendalam tentang rasa syukur, Kebersamaan, dan keharmonisan dengan alam.
Di tengah arus Modernisasi, tradisi ini tetap bertahan dan menjadi bukti nyata bahwa nilai nilai luhur leluhur masih relevan hingga kini. Semoga tradisi sedekah bumi ini di Dukuh Dorosemi terus lestari dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang Sebagai Warisan budaya yang tak ternilai harganya.
Acara di akiri dengan Do’a dengan ikrar Bapak Sugiyarto dan Ustad Yasik Multopa. Semua warga berhaburan berebut hasil bumi dan gunungan yang di yakini bisa membawa berkah, Sri Susilo selaku Kades Dorosemi berharap dan memohon harapan agar Desanya senantiasa di berkahi kesuburan tanah , kemakmuran, dan kehidupan yang harmonis. Titik puncak acara yang di nanti nanti kan di hibur oleh Kesenian tradisional Dadak merak Barong yang akan menghibur dan di lanjut dengan malam harinya Pentas tari Seni Barong yang di datangkan langsung dari kota Ngaringan. Sedekah Bumi menjadi bukti nyata betapa pentingnya menjaga tradisi, bersyukur atas anugrah Tuhan dan hidup Selaras dengan Alam Serta Sesama Manusia.

(Alipkaryono)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *