Momentum Hari Kebangkitan Nasional, Ustadz Mustakim,S.Ud M.H Luncurkan Kajian Reflektif tentang Qurban

 

Wartajavaindo.com

Aceh Tamiang – Bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional, Ustadz, Mustakim meluncurkan buku reflektif bertajuk Qurban: “Menyembelih Yang Tampak, Melepaskan yang Tersembunyi”

Kajian ini hadir sebagai ajakan untuk membangkitkan kembali kesadaran spiritual, sosial, dan makna ibadah qurban di tengah kehidupan masyarakat modern.

Hari Kebangkitan Nasional sendiri diperingati setiap 20 Mei untuk mengenang lahirnya organisasi Boedi Oetomo yang dipelopori tokoh-tokoh seperti dr. Soetomo.

Momentum tersebut menjadi tonggak tumbuhnya kesadaran nasional untuk bersatu, mandiri, dan bangkit melepaskan diri dari belenggu penjajahan.

Menurut Ustadz, Mustakim.semangat kebangkitan itu tidak hanya relevan dalam konteks bangsa, tetapi juga dalam kehidupan ruhani manusia.

“Kebangkitan sejati bukan hanya tentang bangsa yang merdeka, tetapi juga tentang hati yang hidup, ibadah yang bermakna, dan manusia yang berani memperbaiki dirinya,” ujar Ustadz,Mustakim.

Dalam Kajian tersebut, qurban dipandang bukan sekadar ritual tahunan, tetapi jalan pembentukan kesadaran dan perubahan diri. menegaskan bahwa qurban harus tetap dijaga sebagai syariat yang nyata, sekaligus dihidupkan sebagai proses penyucian hati dan pengendalian ego.

Kajian ini membahas berbagai sisi qurban, mulai dari dasar syariat, sejarah Nabi Ibrahim, realitas qurban di tengah masyarakat, hingga kritik sosial yang disampaikan secara halus dan reflektif.

Selain itu, Kajian ini juga mengangkat isu-isu aktual seperti pengelolaan qurban, amanah panitia, penghormatan terhadap penerima qurban, hingga pentingnya menjaga nilai keikhlasan dalam ibadah.

“Qurban tidak boleh berhenti pada seremoni. Ia harus melahirkan kepedulian, keikhlasan, dan keberanian untuk berubah menjadi lebih baik,” katanya.

Dengan pendekatan yang lembut namun tajam, kajian ini diharapkan menjadi media muhasabah dan penguatan nilai-nilai spiritual di tengah masyarakat.

Sebagai Ketua Da’i Ustadz,Mustakim S.Ud M.H berharap kajian ini mampu menghadirkan kembali ruh qurban sebagai jalan membangun manusia yang lebih sadar, peduli, dan dekat kepada Allah.

“Jika dahulu kebangkitan nasional melahirkan kesadaran untuk membebaskan bangsa dari penjajahan, maka hari ini kita juga membutuhkan kebangkitan hati—agar manusia terbebas dari ego, keserakahan, dan kekosongan makna dalam hidup,” tutupnya.

Kajian : “Menyembelih Yang Tampak, Melepaskan yang Tersembunyi” selalu disampaikan setiap mingguan dalam bentuk diskusi, kajian ,serta media edukasi visual untuk masyarakat luas. (****)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *