Wartajavaindo.com
JEPARA – JATENG, Nama Jepara kembali harum di kancah internasional. Dua atlet sepak takraw asal Jepara, M. Ubaidur Rohman dan Dini Mitasari, sukses menyumbangkan empat medali untuk Merah Putih pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang.
Ini bukan prestasi kaleng-kaleng. Asian Games adalah ajang tertinggi di Asia, tempat bertemunya kekuatan takraw terbaik dunia seperti Thailand dan Malaysia. Dan atlet Jepara mampu bersaing di sana.
M. Ubaidur Rohman (18 tahun), pemuda asal Desa Gidangelo, Welahan, kelahiran 15 Maret 2008, berhasil meraih Perak pada nomor Quadrant Event Putra dan Perunggu pada nomor Tim Regu Putra.
Dini Mitasari (32 tahun), srikandi asal Desa Kendengsidialit, Welahan, kelahiran 13 Januari 1994, menyumbang dua Perunggu pada nomor Quadrant Event Putri dan Tim Regu Putri.
Total 1 perak dan 3 perunggu dipersembahkan dua anak Welahan ini untuk Indonesia.
Ketua PSTI Jepara yang juga Sekda Jepara, Ary Bachtiar, menegaskan capaian ini adalah bukti bahwa pembinaan yang benar akan menghasilkan prestasi yang benar.
“Perolehan medali atlet Jepara pada ajang Asian Games di Jepang, membuktikan dengan latihan yang keras dan pembinaan yang baik cukup berhasil. Sehingga teman-teman atlet sepak takraw bisa berprestasi di level internasional,” tegasnya.
Menurut Ary, kunci keberlanjutan prestasi Jepara adalah regenerasi. Pembinaan tidak boleh putus, harus dimulai sejak usia dini di berbagai level umur.
“Harapan kami, teman-teman atlet sepak takraw di Jepara tetap berlatih dengan semangat dan disiplin,” tandasnya.
Hal senada diungkapkan Dini Mitasari. Untuk bisa tampil di Asian Games, ia dan tim digembleng dalam pemusatan latihan selama 2 bulan 15 hari di Pare-pare, Sulawesi Selatan. Targetnya memang final, namun ia mengakui lawan sangat berat.
Meski begitu, ia tetap bangga dan memberikan pesan mendidik untuk adik-adiknya di Jepara:
Jangan cepat puas.
“Kepada adik-adik saya di Sepaktakraw, teruslah berlatih dan berprestasi, jangan pernah puas dengan apa yang sudah diraih,” tegas Dini.
Atas prestasi tersebut, Bupati Jepara H. Witiarso Utomo (Mas Wiwit) menerima langsung Ubaidur dan Dini di Ruang Kerjanya, Senin (12/10/2026).
“Selamat dan sukses kepada Mbak Dini dan Mas Ubaid yang sudah berjuang di Ajang Asian Games di Jepang serta mempersembahkan medali untuk Indonesia dan mengharumkan Kabupaten Jepara,” ucap Mas Wiwit.
Saat ditanya sampai kapan akan terus menjadi atlet, Dini menjawab tegas akan terus berjuang sampai semampunya. Mas Wiwit pun menyemangati dengan candaan berkelas, “Cristiano Ronaldo saja usianya sudah 40 tahun, tetapi tetap main sepakbola.”
Candaan itu mengandung pesan serius: Selama disiplin terjaga, usia bukan halangan untuk tetap berprestasi.
Prestasi Ubaidur dan Dini harus menjadi pelajaran bagi generasi muda Jepara. Bahwa dari desa di Welahan, dengan latihan keras dan mental yang kuat, seseorang bisa berdiri di podium Asia dan membuat Indonesia Raya berkumandang.
Jepara tidak kekurangan talenta. Yang dibutuhkan adalah ketegasan dalam berlatih dan kedisiplinan dalam menjaga mimpi.
Edi P/John







