Wartajavaindo.com
Semarang – Sekolah Muallaf Indonesia (SMI) sukses menyelenggarakan Wisuda Angkatan I, pada Sabtu 01 Agustus 2026, sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan para muallaf yang telah menyelesaikan pembelajaran dasar keislaman. Mengusung tema “Menguatkan Hidayah, Meneguhkan Istiqamah”, kegiatan ini menjadi tonggak sejarah perjalanan SMI sejak berdiri pada tahun 2019 dalam membina para muallaf agar tetap teguh di atas ajaran Islam.
Prosesi wisuda dihadiri oleh 46 wisudawan berlangsung dengan penuh khidmat. Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an Surah Ali Imran ayat 102–104, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Sekolah Muallaf Indonesia. Hadir dalam kesempatan tersebut para pembina, pengurus, keluarga wisudawan, serta tamu undangan yang turut memberikan dukungan kepada para peserta.
Dalam sambutannya, Pembina Sekolah Muallaf Indonesia,Dra. Sri Dewi Purnamawati Tjahjaningtyas, M.Pd.I.,menyampaikan bahwa wisuda bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal dari perjalanan panjang untuk terus menuntut ilmu dan menjaga keistiqamahan dalam beragama.
“Menjadi muallaf adalah awal dari sebuah perjalanan. Setelah Allah memberikan hidayah, tugas kita adalah menjaga hidayah itu dengan ilmu, amal saleh, dan lingkungan yang baik. Sekolah Muallaf Indonesia hadir sebagai rumah pembinaan agar para muallaf tidak berjalan sendirian dalam menjalani kehidupan sebagai seorang muslim.”
Pada prosesi wisuda, setiap peserta menerima sertifikat kelulusan sebagai tanda telah menyelesaikan program pembinaan dasar. Panitia juga memberikan penghargaan kepada wisudawan terbaik, wisudawan inspiratif yaitu Eyang Sukesti, serta keluarga yang dinilai memberikan dukungan luar biasa selama proses pembelajaran.
Salah satu momen yang paling mengharukan adalah testimoni dari Veronica Kuswatini, salah satu wisudawati Angkatan I. Dalam kesaksiannya, ia menceritakan bagaimana Islam mengubah cara pandangnya terhadap kehidupan. Ia mengaku bersyukur dipertemukan dengan Sekolah Muallaf Indonesia yang terus mendampinginya untuk mengenal Islam lebih dalam.
Veronica juga menyampaikan rasa syukur karena pada tahun ini Allah memberinya nikmat yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya, yaitu kesempatan menunaikan ibadah umrah sebagai bentuk penghargaan atas pengabdiannya dalam mendampingi dan mengurus komunitas muallaf.
“Saya tidak pernah membayangkan akan mendapatkan hadiah umrah. Ini bukan sekadar hadiah, tetapi amanah untuk semakin dekat kepada Allah dan semakin semangat melayani saudara-saudara muallaf. Saya bersyukur karena di SMI saya menemukan keluarga yang selalu menguatkan ketika menghadapi berbagai ujian setelah memeluk Islam.”
Suasana haru juga terasa ketika Bapak Aris, suami dari wisudawati Febriyanti, menyampaikan kesan dan pesannya mewakili keluarga peserta. Ia mengungkapkan rasa syukur atas perubahan positif yang dialami istrinya selama mengikuti pembinaan di SMI.
“Kami melihat perubahan yang sangat baik. Istri saya semakin semangat belajar Al-Qur’an, lebih tenang dalam menghadapi masalah, dan semakin rajin beribadah. Sebagai keluarga, kami sangat berterima kasih kepada seluruh guru dan pembina Sekolah Muallaf Indonesia yang telah mendampingi dengan penuh kesabaran. Semoga SMI terus berkembang agar semakin banyak saudara muallaf yang merasakan manfaat seperti yang kami rasakan.”ujar Aris.
Selain prosesi wisuda, para peserta juga mengucapkan Ikrar Alumni Sekolah Muallaf Indonesia sebagai komitmen untuk menjaga shalat, terus mempelajari Al-Qur’an, berakhlak mulia, serta istiqamah menjalankan ajaran Islam hingga akhir hayat.
Acara ditutup dengan tausiah bertema “Istiqamah Setelah Mendapat Hidayah” yang disampaikan oleh Dra. Sri Dewi Purnamawati Tjahjaningtyas, M.Pd.I. Dalam tausiahnya, beliau mengingatkan bahwa hidayah merupakan nikmat yang harus disyukuri dan dijaga dengan ilmu, ibadah, serta kebersamaan dalam lingkungan yang saleh.
Sejak berdiri pada 20 Juli 2019, Sekolah Muallaf Indonesia telah menjadi wadah pendidikan, pembinaan, pendampingan, dan pemberdayaan bagi para muallaf. Berbagai program seperti pembelajaran aqidah, fikih dasar, tahsin Al-Qur’an, mentoring, kegiatan sosial, hingga Tabligh Akbar Muallaf (TAM) terus dikembangkan sebagai bentuk komitmen untuk menghadirkan pembinaan yang berkelanjutan.
Melalui Wisuda Angkatan I ini, SMI berharap lahir generasi muallaf yang tidak hanya memahami ajaran Islam dengan benar, tetapi juga menjadi pribadi yang istiqamah, berakhlak mulia, mandiri, serta mampu menjadi teladan dan menyebarkan kebaikan di tengah masyarakat.
Sebelum tausiyah diakhiri, ustadzah dewi berpesan kepada muallaf untuk tetap istiqomah, mohon maaf kepada para santri bila selama membimbing banyak kekurangan dan bila ada perkataan yang keras dan tegas itu semata karena Rasa sayang kepada semuanya.berharap setelah wisuda, untuk pembelajaran tetap dilanjutkan,semangat mencari ridho Alloh, selamat mempelajari Firman Alloh SWT, untuk keselamatan didunia dan akhirat, Terimakasih kepada semua donatur yang membantu SMI dan terlaksana acara wisuda ini, Pungkas ustadzah dewi.
DN/Juharmanik








