Warga Desa Cidadap Mencari Pemimpin yang Inovatif

Wartajavaindo.com

Cilacap, 4 Juli 2026 – Pesta demokrasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) terasa semakin dekat, di mana pelaksanaannya diperkirakan akan berlangsung serentak pada awal tahun 2027 mendatang. Salah satu desa yang akan menggelar pesta demokrasi tersebut adalah Desa Cidadap, Kecamatan Karangpucung, Kabupaten Cilacap.

Ditengah persiapan menjelang hari pemilihan, nama salah satu putra daerah mulai banyak diperbincangkan dan diharapkan maju menjadi calon kepala desa. Ia adalah Joko Lin R Basuki, Amd, CPLA, yang akrab disapa Pak Lin.

Salah seorang warga mengungkapkan harapannya kepada media ini dengan nada penuh harapan. Dalam bahasa Sunda ia menyampaikan, “Urang Cidadap geus sababaraha kali ganti lurah, tapi teu aya parobahanana. Kitu-kitu wae kaayaanana. Ayeuna anu dipilarian jalma anu sanggup, mampuh, boga pangalaman di pamaréntahan, politik, sarta bisa ngajalin hubungan ka luhur. Teu aya deui iwal ti Pak Lin. Tah kitu harepan urang sadaya.”

Artinya: “Sudah beberapa kali kami ganti kepala desa, namun tidak ada perubahan yang berarti. Keadaannyaama saja seperti itu. Sekarang yang kami cari adalah sosok yang mampu, memiliki pengalaman di bidang pemerintahan dan politik, serta bisa menjalin hubungan dengan pihak atas. Tidak ada yang lain selain Pak Lin. Itulah harapan kami warga Cidadap.”

Menurut warga tersebut, kriteria pemimpin yang dibutuhkan saat ini bukan sekadar orang yang mau maju, melainkan yang memiliki bekal pengalaman dan kemampuan untuk membawa arah pembangunan desa ke arah yang lebih baik dibandingkan kondisi saat ini.

 

Tanggapan Joko Lin R Basuki

Ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Joko Lin R Basuki, Amd, CPLA, menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat.

“Saya terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Namun saya yakin masyarakat Cidadap adalah pihak yang paling pandai menilai siapa yang terbaik. Masih banyak putra daerah yang lebih baik dan lebih pantas untuk memimpin desa ini,” ujarnya.

Ia melanjutkan, “Namun jika memang itu sudah menjadi keinginan dan kehendak masyarakat, nanti kita lihat saja perkembangannya. Sebab bagi saya, menjadi pemimpin bukan hanya soal berani mencalonkan diri, melainkan harus siap mempertanggungjawabkan amanah yang diberikan.”

Lebih lanjut ia menegaskan bahwa seorang pemimpin harus memiliki visi yang jelas. “Harus berani berinovasi, meningkatkan perekonomian warga, menggali potensi desa baik dari sisi sumber daya alam maupun manusia. Selain itu, juga harus mampu membina generasi muda agar tangguh dan bisa menciptakan lapangan kerja, termasuk memanfaatkan perkembangan dunia daring. Tidak kalah penting, mampu menjalin komunikasi yang baik mulai dari tingkat desa, kabupaten, provinsi, hingga ke pusat. Jika seorang pemimpin tidak memiliki kemampuan itu, maka hasilnya tidak akan jauh berbeda dari kondisi sekarang, dan akan terasa berat untuk memajukan desa,” pungkasnya.

( Tim )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *