Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis: Samakan Persepsi, Wujudkan Generasi Emas 2045

Wartajavaindo.com

CILACAP – Dalam upaya memperkuat pemahaman dan dukungan masyarakat terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sejumlah sekolah yang menjadi sasaran penerima manfaat serta perwakilan kader Posyandu di Kecamatan Majenang mengikuti kegiatan sosialisasi yang digelar pada Selasa (05/05/2026). Acara yang berlangsung di Aula Pendopo Ciguling Harjo, Desa Padangjaya ini mengundang berbagai unsur terkait, mulai dari unsur pemerintah, pendidik, hingga masyarakat luas, dan dihadiri langsung oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Hj. Tetty Rohayatiningsih, S.Sos, serta perwakilan dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Kegiatan yang mengangkat tema “Bersama Mewujudkan Gizi Berkualitas untuk Generasi Sehat Indonesia” ini bertujuan menyatukan pandangan dan langkah seluruh pihak yang terlibat, agar program prioritas nasional ini dapat berjalan lancar, tepat sasaran, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di masa mendatang.

 

DIHADIRI BERBAGAI UNSUR DAN PIHAK TERKAIT.

Kehadiran para peserta dan undangan dalam acara ini menunjukkan betapa besarnya perhatian dan kepedulian terhadap keberhasilan program yang dinanti-nantikan oleh seluruh lapisan masyarakat ini. Selain Hj. Tetty Rohayatiningsih dan rombongan dari Badan Gizi Nasional, acara ini juga dihadiri oleh Camat Majenang, Kepala Desa Padangjaya, para narasumber, serta para pendidik dan pengelola lembaga pendidikan dari berbagai jenjang.

Di antara lembaga pendidikan yang hadir dan terlibat aktif adalah TK Elbayan, MI Elbayan, MTs Elbayan, MA Elbayan, Pondok Pesantren Elbayan, TK Masitoh 3, MI Ma’arif Padangjaya 1, SMP Negeri 3 Majenang, serta SD PK Muhammadiyah Darul Ulum. Sementara dari unsur kesehatan dan pemberdayaan masyarakat, hadir para kader Posyandu Eka Jaya 4 dan Eka Jaya 6 Desa Padangjaya, serta Posyandu Melati 1 dan Melati 2 Desa Padangsari.

Tak ketinggalan, sejumlah wartawan yang bertugas di wilayah ini juga hadir untuk meliput dan menyebarluaskan informasi penting ini kepada masyarakat luas, serta tokoh masyarakat dan penggerak kegiatan di Majenang, Cucu Iskandar, yang turut memberikan tanggapan positif terkait jalannya acara dan isi materi yang disampaikan.

 

PERAN DAN LINGKUP TUGAS KOMISI IX DPR RI.

Membuka acara secara resmi, Hj. Tetty Rohayatiningsih menyampaikan sambutan dan penjelasan mengenai posisi dan peran lembaga legislatif dalam mendorong dan mengawasi pelaksanaan program gizi nasional. Menurutnya, Komisi IX DPR RI yang menjadi tempat bertugasnya memiliki lingkup kerja dan mitra yang sangat luas serta berkaitan langsung dengan aspek kehidupan masyarakat.

“Mitra kerja kami mencakup Kementerian Kesehatan, Kementerian Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional, Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Badan Pengawas Obat dan Makanan, dan yang paling berkaitan langsung dengan acara hari ini adalah Badan Gizi Nasional. Tugas utama kami adalah mengawasi jalannya pemerintahan, membahas dan menetapkan anggaran, serta menyusun atau menyempurnakan aturan hukum di bidang yang menjadi tanggung jawab kami,” jelasnya.

Menurut Bunda Tetty –sapaan akrabnya– pertemuan dan sosialisasi seperti ini sangat penting dilakukan agar tidak terjadi kesalahpahaman atau penafsiran yang berbeda-beda mengenai maksud, tujuan, dan cara pelaksanaan program. Ia menegaskan bahwa semuanya diarahkan untuk satu tujuan mulia, yaitu mempersiapkan dan membentuk generasi muda yang sehat, cerdas, dan berkarakter kuat guna menyambut masa keemasan bangsa pada tahun 2045 mendatang.

 

KONDISI DAN KEMAJUAN DI WILAYAH MAJENANG.

Sebagai narasumber yang mengetahui kondisi di lapangan, Koordinator Wilayah Pendidikan Majenang, Iwan Rijal Winata, S.Pd., M.Pd., menyampaikan gambaran umum mengenai persiapan dan tahapan pelaksanaan program di wilayah kerjanya. Ia menyebutkan bahwa rencananya di Kecamatan Majenang akan ada sebanyak 28 titik lokasi yang menjadi tempat penyelenggaraan program ini, dan hingga saat ini sudah ada 14 lokasi yang telah berjalan dan beroperasi sebagaimana mestinya.

Bagi sekolah atau lembaga pendidikan yang belum mendapatkan giliran, ia meminta agar tetap bersabar dan terus mempersiapkan diri, karena proses pengalihan dan penyusunan tahapan terus dilakukan secara bertahap dan berurutan sesuai jadwal yang telah ditentukan pusat

Lebih lanjut, Iwan menjelaskan ada empat hal utama yang harus dipahami dan disamakan pandangannya oleh semua pihak yang terlibat, yaitu:

1. Mengapa Program Makan Bergizi Gratis ini sangat diperlukan dan mendesak untuk dilaksanakan;

2. Apa saja hal yang menjadi dasar dan kepentingan utama diadakannya program ini;

3. Bagaimana cara menyatukan kekuatan dan kerja sama antarunsur di masyarakat agar program berjalan baik;

4. Mengubah pola pikir dan kebiasaan di lingkungan sekolah, serta menjadikan sarana ini untuk membentuk sopan santun dan watak positif anak didik.

“Tujuan akhirnya adalah memperkuat kualitas manusia Indonesia, serta mendorong kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Ini semua telah diatur dan memiliki landasan hukum yang kuat melalui Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis. Aturan ini menjadi pedoman mutlak mengenai bagaimana mekanisme, pengawasan, pendanaan, hingga cara pengadaan kebutuhan berjalan. Sasarannya jelas diberikan kepada anak sekolah dan ibu yang sedang mengandung atau menyusui,” paparnya.

Manfaat yang diharapkan dari penyediaan makanan bergizi bukan sekadar membuat perut kenyang, melainkan menjadi dasar pembentukan kecerdasan dan kesehatan otak anak. Hasil penelitian dan pengalaman membuktikan bahwa dengan asupan gizi yang cukup dan tepat, siswa tidak akan mudah merasa lapar atau mengantuk saat belajar, dan kemampuan menyerap pelajaran serta prestasi belajarnya dapat meningkat hingga mencapai angka 18 persen lebih baik dibandingkan yang tidak mendapatkan asupan layak.

Selain dampak bagi kesehatan dan kecerdasan anak, program ini juga membawa dampak positif bagi perekonomian warga sekitar. Diperkirakan setiap desa akan menerima perputaran uang sebesar kurang lebih 8 miliar rupiah yang berasal dari kegiatan ini, di mana sekitar 40 persennya diserap dari hasil usaha dan hasil panen petani di daerah setempat, 35 persen membuka peluang pekerjaan baru bagi warga, dan sisanya sekitar 25 persen bergerak di sektor pengangkutan dan penyaluran barang.

 

LATAR BELAKANG DAN TUJUAN UTAMA.

Sementara itu, narasumber dari pihak pelaksana pusat, Teguh Suparmadi yang mewakili Badan Gizi Nasional, menjelaskan secara rinci mengapa pemerintah menjadikan program ini sebagai prioritas utama dan wajib dilaksanakan di seluruh pelosok tanah air. Menurutnya, latar belakang utamanya didasarkan pada tiga persoalan utama yang masih dihadapi bangsa Indonesia, yaitu:

1. Masih tingginya angka gagal tumbuh anak yang disebabkan oleh kekurangan gizi yang berlangsung lama, yang dampaknya dimulai sejak masa awal kehidupan dalam kandungan hingga usia dua tahun pertama;

2. Kasus kurang darah atau anemia yang masih banyak ditemukan, di mana kadar zat besi dalam tubuh warga masih di bawah angka standar yang dianjurkan yaitu minimal 13,6 gram per desiliter darah;

3. Upaya pembentukan watak dan kepribadian anak bangsa yang kuat dan mulia, yang tidak bisa dilepaskan dari kondisi fisik dan kesehatan tubuhnya.

“Para ahli menyebutkan bahwa dalam rentang waktu 1.000 hari pertama sejak terbentuknya janin dalam kandungan hingga usia dua tahun anak, terjadilah pembentukan sekitar 80 persen bagian utama otak manusia. Di masa inilah terbentuk jaringan penghubung antar sel otak dan sistem saraf, yang seluruhnya sangat bergantung pada ketersediaan zat makanan yang cukup dan tepat. Jika masa emas ini terlewatkan atau kurang terpenuhi, maka pertumbuhan dan kemampuan seseorang tidak akan bisa kembali diperbaiki lagi di masa mendatang,” tegas Teguh.

Dalam penyebarannya, program ini dibagi menjadi 11 kelompok sasaran penerima manfaat, di mana 8 kelompok di antaranya berada di lingkungan pendidikan dan 3 sisanya mencakup kelompok masyarakat di luar lingkungan pendidikan.

 

TANGGAPAN MASYARAKAT.

Di sela-sela acara, Cucu Iskandar selaku tokoh dan penggerak masyarakat Majenang mengaku sangat senang dan berterima kasih atas terselenggaranya pertemuan tersebut. Menurutnya, penjelasan yang disampaikan sangat jelas dan mudah dipahami oleh siapa saja.

“Saya dan rekan-rekan masyarakat sudah paham betul maksud dan tujuan program ini. Pandangan kami tentu saja sama, bahwa program ini sangat baik dan sangat dibutuhkan untuk memastikan anak-anak kita tumbuh sehat dan cerdas, sehingga nanti mereka dapat meneruskan tongkat estafet kepemimpinan dan pembangunan bangsa di masa mendatang dengan kemampuan terbaiknya,” ujarnya kepada awak media.

Dengan berakhirnya kegiatan ini, diharapkan seluruh pihak yang terlibat semakin mantap dan bersatu hati dalam menyukseskan program besar ini, demi mewujudkan cita-cita luhur: Indonesia maju dengan manusia yang sehat, cerdas, dan berakhlak mulia.

( Sangidun/tim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *