Qurban Untuk Menguatkan Iman dan Kepedulian Sosial

Wartajavaindo.com

 

Semarang, (Idul Adha 1447 H/ 27 Mei 2026) Masjid Jami’ Subulussalam Dusun Tempelsari, Desa Pringsari Kecamatan Pringapus Kabupaten Semarang Melaksanakan Sholat Id, Yang Diikuti Oleh Warga Dusun Tempelsari Dan Perumahan yang Berada Di Pringsari Juga Dihadiri Kepala Desa Pringsari, Bapak Zaenal. Dan

Dilanjutkan Dengan Penyembelihan Hewan Qurban.

“Qurban mengajarkan dua hal sekaligus. Pertama, menguatkan Iman kita lewat ketaatan seperti Nabi Ibrahim AS. Kedua, menumbuhkan kepedulian sosial dengan berbagi rezeki ke sesama,” jelas Kothib Sholat Id yang Sekaligus Ketua Yayasan, H.Wibowo, ST.,MM.

Menguatkan Iman yaitu Dengan Keikhlasan di Atas Segala Kondisi.Qurban adalah momentum Penguatan Karakter Keimanan dan Memupuk Solidaritas yang Mampu mewujudkan Kesejahteraan Yang Berkeadilan, tidak mengumpulkan,menumpuk daging daging untuk berpesta pora diri Sendiri, tetapi dengan membagikan ke lingkungan sekitar kita sebagai wujud kepedulian sosial atau Solidaritas.

Panitia mencatat antusiasme warga Pringsari meningkat,meski ekonomi Negara yang Kurang Baik karena Dampak Perang As, Israel dengan Iran.Hewan Qurban terkumpul 3 ekor sapi dan 29 ekor kambing dari qurban individu dan sistem patungan 1/7.

“Allah menilai taqwa, bukan nominal. Banyak jamaah yang patungan agar tetap bisa berqurban. Ini bukti iman yang kuat, membantu Sesama ternyata lebih bahagia daripada menghamburkan Uang untuk kepentingan pribadi” kata Wibowo, Khatib Masjid Jami’ Subulussalam.

Penyembelihan dilaksanakan Rabu, 27 Mei 2026 pukul 07.45 WIB di halaman Masjid Jami’ Subulussalam Pringsari. Oleh Panitia Qurban yang terdiri dari Perwakilan RT didaerah Area Masjid Jami Subulussalam.

Kepedulian Sosial, Dengan Membagikan Daging Sampai ke yang Berhak,

Seluruh daging qurban akan didistribusikan ke seluruh warga, mustahik di wilayah Pringsari dan sekitar Pringapus. Pendataan dilakukan oleh tim Panitia bersama pengurus RT .

Dalam hal ini bisa diambil nilai kesholehan, yaitu kesholehan spiritual dan sosial. Nilai kesholehan spiritual kita Bisa Belajar ketaqwaan dan membuang rasa egoisme dari Nabi Ibrahim Terhadap Alloh SWT, dan Nilai kesholehan Sosial dengan Belajar ketaatan dan rela mengorbankan dirinya untuk Mengikuti Perintah Alloh SWT dari Nabi Ismail. Ini Hal Penting untuk diajarkan dan diikuti generasi Muda saat ini. Figur Nabi Ismail adalah figur anak Muda yang sholeh, taat kepada Orang Tua serta Kepada Alloh SWT, Sikap ini yang perlu diteladani dan contoh untuk Pemuda Indonesia Saat ini,

Yang berani ambil Sikap Tegas dalam keadaan sulit dengan berkorban dan berbakti kepada Orang Tua.

Khotib berpesan Dengan Qurban kita bisa meneladani Keluarga Nabi Ibrahim,Sosok siti Khajar dan Nabi Ismail, yang Mengajarkan ketaatan, kepatuhan Terhadap Alloh SWT, Serta optimisme dalam Menjalani Hidup, ini Merupakan Pendidikan Karakter untuk Keluarga yang perlu dan patut diteladani, masing-masing Keluarga mempunyai karakter yang kuat dengan didasari Keimanan, taat Kepada Alloh SWT, gigih Berjuang dan jujur dalam kehidupan sehari-hari, pentingnya Berqurban untuk memupuk Solidaritas dan Pengorbanan, karena tanpa Pengorbanan manusia hanya akan mementingkan dirinya sendiri menjadi rakus, acuh terhadap kondisidi lingkungannya dilingkungannya. “Ujar H. Wibowo, ST.,MM.

 

@Juharmanik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar

  1. I have learn sveral goood stff here. Definitely valu
    bookmarking for revisiting. I wonder hoow so mucfh attekpt
    youu place to ccreate such a excellent informative webb site.