Kunci UMKM Naik Kelas: Pajak Tertib Keuangan Profesional

Wartajavaindo.com

JEPARA – JATENG, Pemerintah Kabupaten Jepara terus mendorong pelaku UMKM untuk tidak hanya fokus mengejar omzet, tetapi juga membangun pondasi usaha yang profesional, terutama dalam hal perpajakan dan pengelolaan keuangan.

Hal ini ditekankan dalam Sosialisasi Perpajakan, Literasi Keuangan, Ketenagakerjaan dan Akses Permodalan bagi pelaku UMKM yang digelar Diskopukmnakertrans Jepara bersama KPP Pratama Jepara, BPJS Ketenagakerjaan, dan Perbankan di Aula Sultan Hadlirin, Senin (28/9/2026).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran bahwa tertib administrasi adalah kunci utama agar UMKM bisa naik kelas, dari usaha informal menjadi usaha formal yang berlegalitas jelas.

Kepala Diskopukmnakertrans Jepara, Zamroni Lestiaza melalui Kabid UKM Aripin mengatakan, banyak UMKM di Jepara yang omzetnya sudah tinggi namun masih lemah dalam aspek legalitas dan pencatatan keuangan.

“Kami terus mendorong UMKM tidak sekadar beromzet tinggi. Banyak UMKM yang masih informal, sehingga kami mendorong UMKM menjadi formal, termasuk menjadi perusahaan perorangan karena harus memiliki legalitas yang jelas dan semakin naik kelas,” ujarnya.

Menurut Aripin, ada tiga alasan mengapa profesionalisme pajak dan keuangan sangat penting.

Pertama, membangun kepercayaan. UMKM yang tertib pajak dan memiliki laporan keuangan yang rapi akan lebih dipercaya oleh konsumen, mitra bisnis, maupun perbankan saat mengajukan permodalan.

Kedua, memisahkan uang pribadi dan usaha. Dengan literasi keuangan yang baik, pelaku usaha bisa mengetahui laba bersih yang sebenarnya, mengontrol arus kas, dan menghindari risiko keuangan yang berujung pada kebangkrutan.

Ketiga, membuka akses yang lebih luas. UMKM yang sudah memiliki NIB, taat pajak, dan terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan akan lebih mudah mendapatkan KUR, mengikuti pengadaan pemerintah, dan masuk ke marketplace digital.

Melalui sinergi ini, KPP Pratama Jepara memberikan edukasi tentang kemudahan pelaporan pajak secara digital, sementara perbankan memberikan pemahaman tentang pentingnya riwayat keuangan yang sehat.

Diharapkan dengan bekal ini, UMKM Jepara semakin mandiri, mampu menjalankan kewajiban perpajakannya sendiri, dan mengelola usahanya secara lebih profesional dan berkelanjutan.

 

Edi P

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *