Wartavaindo.com
JEPARA – Suasana Lapangan Olahraga Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara (Unisnu Jepara) terasa berbeda. Deretan civitas akademika berdiri rapi, mengikuti upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 dengan penuh khidmat, Senin (4/5/2026).
Bukan sekadar seremoni, momen ini menjadi ruang refleksi tentang panjangnya perjuangan pendidikan di Indonesia—sebuah perjalanan yang tak lepas dari sosok Ki Hajar Dewantara.
Di tengah jalannya upacara, amanat Rektor Unisnu Jepara mengajak seluruh peserta untuk kembali menengok sejarah bahwa pendidikan yang dinikmati hari ini tidak hadir begitu saja, melainkan merupakan hasil dari perjuangan panjang para tokoh di masa kolonial.
“Melalui tema tahun ini, kita diingatkan bahwa pendidikan harus benar-benar bisa diakses dan berpartisipasi untuk semua, di seluruh wilayah Indonesia,” ujarnya.
Sebagai civitas akademika, kita harus mampu mengingat dan meneladani perjuangan para pahlawan, khususnya Ki Hajar Dewantara, dalam membangun pendidikan di Indonesia, menjadi pesan yang menggema di tengah barisan peserta.
Nilai-nilai luhur yang diwariskan pun kembali dihidupkan. Trilogi pendidikan Ki Hajar Dewantara—Ing Ngarso Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karso, Tut Wuri Handayani—tak sekadar diucapkan, tetapi diharapkan menjadi pedoman nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Di wajah-wajah peserta upacara, tersirat kesadaran bahwa pendidikan bukan hanya soal ruang kelas, melainkan tentang tanggung jawab moral untuk melanjutkan perjuangan.
Peringatan Hardiknas di Unisnu Jepara pun menjadi lebih dari sekadar agenda tahunan. Ia menjelma menjadi pengingat bahwa masa depan bangsa bertumpu pada sejauh mana nilai-nilai perjuangan itu terus dijaga dan dihidupkan.

Editor Edi P







