RAT 2026 KTH Sidodadi Bogorejo Bahas Penguatan Ekonomi Anggota, Dihadiri Sekjen Sepur dan Anggota DPRD Blora

Wartajavaindo.com

BLORA – Kelompok Tani Hutan Sidodadi Desa Bogorejo, Kecamatan Japah, Kabupaten Blora menggelar Rapat Anggota Tahunan RAT Tahun 2026. Rapat dilaksanakan pada Sabtu, 5 September 2026 pukul 10.00 WIB bertempat di Sekretariat KTH Sidodadi, Desa Bogorejo, rumah Bapak Wagiyo.

RAT ini menjadi forum tertinggi bagi anggota untuk mengevaluasi kinerja setahun terakhir sekaligus menyusun program kerja tahun 2027.

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting. Di antaranya Sekjen Serikat Petani Hutan Rakyat SEPUR, Wakil DPRD Blora Fraksi Gerindra Lanova Candra Tirtaka, dan Kepala Balai Perhutanan Sosial Yogyakarta Wahyudi Ardyanta Wakil Administratur kepala Seksi kesatuan pemangku Hutan (KSKPH) Perum perhutani KPH Blora.

 

Evaluasi Program dan Laporan Pertanggungjawaban.

Rapat dibuka oleh Ketua KTH Sidodadi dan dilanjutkan dengan pemaparan Laporan Pertanggungjawaban Pengurus tahun 2025. Dalam laporan tersebut disampaikan capaian program, perkembangan usaha kelompok, serta realisasi anggaran.

Anggota juga diberikan kesempatan untuk memberikan masukan dan kritik membangun demi kemajuan organisasi ke depan.

“RAT ini penting sebagai bentuk transparansi pengurus kepada anggota. Semua program dan keuangan kita buka, agar anggota tahu dan bisa mengawasi,” ujar Ketua KTH Sidodadi.

 

Dukungan dari SEPUR, DPRD, dan Balai Perhutanan Sosial.

Dalam sambutannya, Sekjen Serikat Petani Hutan Rakyat SEPUR mengapresiasi kekompakan anggota KTH Sidodadi. Ia mendorong agar kelompok terus menguatkan kelembagaan dan jaringan pemasaran hasil hutan.

Sementara itu, Wakil DPRD Blora Fraksi Gerindra Lanova Candra Tirtaka menyampaikan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi petani hutan di DPRD. Ia juga menyoroti pentingnya akses permodalan dan pelatihan bagi KTH.

“KTH Sidodadi ini contoh kelompok yang aktif. Nanti kami di DPRD akan dorong agar program perhutanan sosial di Blora dapat anggaran lebih besar,” kata Lanova.

Di kesempatan yang sama, Kepala Balai Perhutanan Sosial Yogyakarta Wahyudi Ardyanta memberikan materi penguatan kapasitas. Ia menekankan pentingnya legalitas pengelolaan, inovasi produk, dan pemasaran digital agar hasil hutan punya nilai tambah.

“Perhutanan Sosial bukan hanya soal menanam. Tapi bagaimana hutan memberi kesejahteraan. KTH Sidodadi harus naik kelas dari produsen menjadi wirausaha,” tegas Wahyudi.

 

Program 2027 dan Harapan Anggota.

RAT 2026 menghasilkan beberapa keputusan penting. Di antaranya pengesahan LPJ pengurus, penetapan iuran anggota, dan penyusunan rencana kerja tahun 2027 yang fokus pada pengembangan usaha madu hutan, bibit mangga kopi, ekowisata.

Anggota KTH Sidodadi menyambut baik hasil RAT. Mereka berharap dengan dukungan dari pemerintah dan stakeholder, KTH Sidodadi bisa semakin mandiri dan mensejahterakan warga Desa Bogorejo.

Rapat ditutup dengan menyayikan lagu Tanah Airku, Foto doa bersama dan ramah tamah. Suasana kekeluargaan terlihat sepanjang kegiatan berlangsung.

Hadir dalam kegiatan: Pengurus dan seluruh anggota KTH Sidodadi,Kepala Desa Bogorejo, Perangkat Desa Kapalsek Japah Danramil Penyuluh Kehanan, serta tamu undangan.

 

_ Karyono _

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *