Masuk 25 Besar Nasional BRILIan Potensi Jambu Mete dan Pisang Desa Candi Bersiap Naik Kelas

Wartajavaindo.com

BLORA – Jauh dari hiruk-pikuk pusat kota, Jum’at tanggal 07/08/2026 Desa Candi Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, menyimpan potensi yang selama ini tumbuh bersama kehidupan masyarakatnya. Hamparan kawasan pertanian dan bentang alam perdesaan menjadi bagian dari keseharian warga. Di antara berbagai hasil bumi yang diusahakan masyarakat, jambu mete dan pisang menjadi dua komoditas yang menyimpan peluang untuk dikembangkan lebih jauh.

Kini, peluang itu mulai mendapat ruang yang lebih besar. Desa Candi berhasil menembus 25 besar Nasional Program Desa BRILiaN 2026. Capaian tersebut membawa desa ini memasuki tahap pendampingan yang diharapkan tidak berhenti pada sebuah kompetisi, tetapi menjadi momentum untuk memetakan, menata, dan mengembangkan potensi ekonomi desa secara lebih terarah.

Pendampingan dilakukan melalui kolaborasi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. dan Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED). Dari BRI, kegiatan pendampingan dikoordinasikan oleh Oki Rizki Adi Putra sebagai PIC pendamping Desa Candi. Sementara dari UNSOED, pendampingan dilakukan oleh Riana Listanti, S.TP., M.Sc. bersama Dr. Arief Kelik Nugroho, M.Cs. Di tingkat desa, perjalanan Desa Candi mengikuti Program Desa BRILiaN tidak terlepas dari peran Abu Kholil, PIC Desa Candi yang sejak awal terlibat dalam proses keikutsertaan dan seleksi program tersebut.

Kegiatan pendampingan juga melibatkan secara aktif berbagai unsur kelembagaan masyarakat desa, antara lain BUMDesa, Koperasi Desa (Kopdes), dan PKK.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi penting karena pengembangan potensi desa tidak dapat bertumpu pada satu lembaga, tetapi membutuhkan kerja bersama antarpelaku di tingkat lokal.

PIC pendamping BRI, Oki Rizki Adi Putra, menilai masuknya Desa Candi dalam 25 besar Nasional merupakan momentum yang perlu dimanfaatkan untuk memperkuat kapasitas desa dalam mengelola potensi yang dimiliki.

“Program Desa BRILiaN tidak semata-mata melihat besarnya potensi yang dimiliki sebuah desa, tetapi juga bagaimana potensi tersebut dapat dikelola melalui kelembagaan yang kuat, inovasi, digitalisasi, dan kolaborasi. Melalui pendampingan ini, kami berharap Desa Candi dapat semakin mampu mengidentifikasi kekuatannya dan menerjemahkannya menjadi kegiatan ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat

(Karyono)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *