Untuk Atasi Masalah Petani Majenang Ini Kata Dewan Didi Yudi Cahyadi Ketua Komisi B DPRD Cilacap

Wartajavaindo. Com

CILACAP – Komisi B DPRD Cilacap melakukan peninjauan kerja ke wilayah Kecamatan Majenang dan diadakan pertemuan di ruang rapat kantor BPP Kecamatan Majenang pada hari Selasa ( 09-12-2025) di mulai pukul 13.00 wib s/d pukul 16.00 wib.

Acara tersebut di hadiri oleh sejumlah anggota komisi B DPRD Cilacap,dari Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap ,dari BPP ,sejumlah kontraktor,sejumlah konsultan dan berbagai media serta undangan lainnya.

Ketua Komisi B DPRD Cilacap Didi Yudi Cahyadi dalam sambutanya mengatakan bahwa monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan proyek – proyek pertanian ini sangat penting dan di harapkan peran serta semua pihak untuk ikut dalam mewujudkan hasil pembangunan yang baik dan berkualitas termasuk peran awak media dalam sosial kontrol dan pemberitaan juga penting.

Acara tersebut juga diisi dengan diskusi tanya jawab salah satunya dengan ketua kelompok tani Sri Rejeki Desa Mulyadadi Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap ,serta dengan sejumlah kontraktor dan para awak media membuat suasana rapat jadi hangat dan bersemangat.

Usulan dari kelompok tani Sri Rejeki Desa Mulyadadi yang di sampaikan oleh Sangidun selaku ketua mengusulkan adanya proyek saluran pembuangan sejumlah 2 titik dan normalisasi Apur di dusun Sidamulya Desa Mulyadadi agar permasalahan genangan air berlebih saat musim hujan dan saat bendungan Cijalu dua di tutup yang menyebabkan tanaman padi puso dapat diatasi .

Tanaman padi puso (gagal panen) karena tergenang air terjadi saat sawah terendam banjir dalam waktu lama (lebih dari 3-7 hari), menyebabkan akar kekurangan oksigen dan batang/biji padi membusuk, terutama pada usia 2-4 minggu atau menjelang panen, yang mengakibatkan kerugian besar bagi petani karena harus menanam ulang atau kehilangan hasil panen.

Ketua Komisi B DPRD Cilacap Didi Yudi Cahyadi mengatakan bahwa ” Untuk mengatasi permasalah petani yang di usulkan Poktan Sri Rejeki desa Mulyadadi mengatakan bahwa” Kepada pak agung dari dinas pertanian kab Cilacap agar merealisasi usulan tersebut apalagi di tahun 2026 dinas Pertanian Cilacap akan mendapatkan dana sebesar Rp 60 milyard .” Ungkapnya.

Lebih lanjut pak Didi menyampaikan bahwa untuk mengatasi keluhan petani supaya air di sawah cepat surut ketika banjir dan hujan pihaknya juga telah menghubungi BBWS Citanduy untuk normalisasi Afur dan besok dari bbws akan ada petugas yang survei lokasi dan mohon di temani pak Asikin selaku PPL Majenang dan pihak terkait.” Tandasnya.

Dalam wawancara akhir pak Didi kepada awak media mengatakan bahwa nanti akan di sampaikan ke pak Bupati dan kepala dinas pertanian agar penyedia jasa dapat menerima SPK pada saat yang tepat dan hal tersebut akan di sampaikan saat rapat komisi dan terkait pendanaan bahwa bank BPD Jateng dan BPR BKK Cilacap telah siap dan silahkan di manfaatkan “kata Didi .

Didi Yudi Cahyadi juga mengatakan bahwa pihaknya selaku komisi B DPRD Cilacap ingin mendorong agar bendung Matenggeng yang sudah lama di rencanakan pemerintah pusat dapat terwujud dan berharap semoga Cilacap menjadi kabupaten yang Rahmatan Lil ngalamin.” Harapan Didi . ( Sgdn/tim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *