Sosok Menyeramkan Muncul Dalam Cerita Pentas Seni RW 08 Tegalsari Semarang

Wartajavaindo.com

Semarang, ( 29 Agustus 2026). Ada kemunculan sosok seperti kuntilanak di malam puncak HUT RI Ke 81, warga RW 08 kelurahan Tegalsari Kecamatan Candisari Kota Semarang.

Kemunculannya itu berada didalam alur cerita pentas seni di RW 08 Tegalsari Candisari  Semarang. Dimana dalam memperingati HUT RI ke-81 menggelar berbagai macam pentas seni, diantaranya adalah Pagelaran Drama Teater Budaya “JAGONE CINDE LARAS” yang disutradarai oleh Farid Arjuna Ketua Karang Taruna RW 08, dengan wakil sutradaranya Aldhila Putri Qinasih, diiringi oleh musik gamelan tradisional “Mudo Laras

 

Inti cerita

Di balik megahnya kerajaan jenggala, tersimpan sebuah rahasia yang telah terkubur bertahun-tahun, seorang bayi pewaris tahta terusir bersama ibunya, tumbuh jauh dari istana tanpa pernah mengetahui jatidirinya. Hingga suatu hari, sebuah ayam ajaib membawa petunjuk yang perlahan membuka takdirnya

 

Pemain.

1. Farid Arjuna sebagai cindelaras

2. Redi ar nanda ~ prabu jenggala

3. Jihan sbg permaisuri

4. Intan sbg selir jahat

5. Aura sbg tabib

6. Denisya sbg nenek hutan

7. Galih sbg patih

8. Omar sbg prajurit

9. Tomi sbg juragan budak

10. Dzuma sbg ayam raja

11. Dhini sbg demit

12. Bagus sbg ayam ajaib

13. Aldhila sbg larasati

14. Najwa sbg dayang

15. Sakiya sbg dayang

16. Madrasah dayang

17. Ais sbg warga

18. Renovasi sbg warga

19. Khanaya sbg warga

20. Naera sbg warga

21. Alta sbg penari gamblang

22. Djumian sbg buta cakil.

Warga masyarakat RW 08 Kelurahan Tegalsari Kecamatan Candisari Semarang itu sangat antusias dalam mengikuti alur cerita dalam pentas Cinde Laras tersebut.

Sarjono, Ketua RW 08 Tegalsari merasa bangga terhadap warganya yang telah dapat mementaskan adegan cerita legenda dengan thema CINDE LARAS. Hal ini juga termasuk melestarikan kebudayaan Nasional Indonesia.

” Kami sangat bangga kepada warga kami yang telah berlatih dengan keras demi terlaksananya pentas malam ini.

Selain ikut memeriahkan HUT RI yang ke 81 tahun ini (2026), juga ikut melestarikan budaya kita agar tidak punah tergerus oleh budaya asing”, tegas Sarjono Ketua RW 08 Tegalsari itu.

Sementara itu Darussalam Ketua Panitia HUT RI ke 81 RW 08 Tegalsari juga menyampaikan terimakasih kepada remaja RW 08 atas keseriusannya dalam berlatih, sekalipun mereka punya kesibukan masing-masing.

” Terimakasih kepada pemuda dan pemudi RW 08 yang bekerja keras berlatih demi terlaksananya acara pada malam ini. Kedepan kami berharap agar acara seperti ini dapat lebih semarak lagi”, pungkas Ketua panitia HUT RW 08 itu.

(Kolis)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *