Relawan Selalu Terdepan Dalam Keadaan Darurat

Wartajavaindo.com

Sragen, Minggu 13 September 2026.Atap rumah Mbah Kuswanti seorang janda lansia warga masyarakat Gunungsari RT 33 , Pendem, Sumberlawang, Sragen yang sudah di tinggal anak semata wayangnya meninggal dunia sangat memprihatinkan.

Saat ini Mbah Kuswanti tinggal seorang diri dirumah yang atapnya sudah jebol, sehingga saat musim hujan airnya masuk kedalam rumah.Namun karena kondisi ekonomi dan fisik yang sudah renta Mbah Kuswanti tidak mampu memperbaiki atap rumahnya.

Jangankan untuk memperbaiki rumah, untuk makan sehari-hari saja Mbah Kuswanti membutuhkan uluran tangan tetangga kanan kiri.

Akhirnya komunitas relawan Mojo bersatu, Komunitas GPS(Gerakan Peduli Sesama), donatur, dll, dibantu warga masyarakat RT 33 membongkar dan memperbaiki atap rumah Mbah Kuswanti agar beliau bisa berteduh disaat musim hujan nanti.

“Rumah ini benar-benar sudah tidak layak huni mas, atapnya sudah jebol semua, maka dari itu kami dengan dukungan dari donatur Mojo Bersatu bergerak untuk memperbaiki atap rumah ini”.jelas Hari Saryono ketua komunitas Mojo Bersatu

Semoga semua relawan bisa cepat, tanggap dan bergerak terkait hal-hal yang darurat di lingkungan manapun.

“Awalnya saya dan anggota GPS setelah ada laporan anggota langsung melihat kondisi atapnya, dan benar-benar atapnya sudah rontok.Akhirnya kami mengajak komunitas Mojo Bersatu dan yang lain untuk bersama-sama memperbaiki atap rumah tersebut”. Jelas Rangga ketua GPS.

Direncanakan tiga hari kedepan renovasi atap rumah Mbah Kuswanti sudah jadi dan layak, serta sudah bisa ditempati secara nyaman.

“Sebenarnya rumah ini sudah disurvey dan dilihat dari pihak Kecamatan Sumberlawang di bulan April 2026 mas, tapi ya begitulah mas, kenyataannya sampai sekarang masih sama kondisinya”.kata Deddy ketua RT 33

Dan tidak lupa saya mewakili Mbah Kuswanti mengucapkan terima kasih kepada semua komunitas relawan Mojo Bersatu, GPS, dll yang sudah hadir membantu kami.

Semoga kerja nyata dari para komunitas relawan bisa menjadi amal ibadah bagi semuanya dan menjadi pelajaran kita bersama bahwa kita semua umat manusia tidak bisa hidup sendiri tanpa bantuan orang lain.

( Dodik)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *