Ratusan Titik Proyek Pertanian di Cilacap Berjalan, Dikawal Bersama Masyarakat

Wartajavaindo.com

CILACAP – Sebanyak ratusan titik proyek pembangunan dan pengembangan sektor pertanian di seluruh wilayah Kabupaten Cilacap pada tahun anggaran 2026 saat ini sedang berlangsung dalam tahap pelaksanaan. Seluruh pekerjaan dikelola dan dilaksanakan secara langsung oleh Unit Pengelola Kegiatan Kelompok (UPKK) bersama Kelompok Tani (Poktan) yang tersebar di setiap kecamatan.

Berdasarkan pengamatan awak media bahwa , proyek yang berjalan mencakup tiga fokus utama: Optimasi Lahan Non Rawa, Pengembangan Irigasi Pompa (IRPOM), serta Peningkatan Irigasi Perpipaan (IRPIP) dengan biaya dari APBN Kementrian Pertanian RI tahun 2026.

 

Dikelola Langsung Oleh Pelaku Lapangan.

Kepada awak media pada Kamis (9-7-2026) salah satu pengurus UPKK di wilayah Cilacap yang enggan disebutkan namanya mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada kelompok untuk melaksanakan langsung proyek ini.

“Kami sangat senang karena dipercaya mengurus pekerjaan ini sendiri. Kami tahu persis mana lahan yang paling butuh air, mana saluran yang selama ini rusak. Jadi pelaksanaannya pun bisa lebih tepat sasaran dan tidak berbelit-belit,” ujarnya.

Ia juga menjamin seluruh pekerjaan dikerjakan sesuai pedoman teknis. “Kami bekerja dengan sungguh-sungguh, karena nanti fasilitas inilah yang akan kami pakai bersama-sama untuk bertani,” tambahnya.

 

Disambut Antusiasme Petani.

Kehadiran proyek ini disambut gembira oleh para petani. Selama ini, kendala ketersediaan air sering menghambat peningkatan hasil panen.

“Sekarang kami berharap sekali setelah proyek ini selesai, kebutuhan air bisa terpenuhi dengan baik. Tidak ada lagi keluhan air terlambat datang atau habis di tengah musim tanam,” ungkap seorang petani setempat.

Petani lainnya berharap bisa menanam lebih dari dua kali setahun. “Kalau air lancar, pasti hasil panen naik, pendapatan kami pun bertambah. Ini sangat berarti bagi kami petani kecil,” katanya penuh harap.

 

Dikawal Lewat Pengawasan Partisipatif.

Untuk menjamin kualitas pekerjaan dan transparansi, pelaksanaan proyek ini juga menerapkan sistem pengawasan partisipatif. Artinya, pengawasan tidak hanya dilakukan oleh petugas dinas, tetapi juga melibatkan perwakilan masyarakat, tokoh desa, dan petani pengguna manfaat secara langsung.

Masyarakat berhak memantau tahapan pekerjaan, memeriksa kesesuaian spesifikasi teknis, hingga menyampaikan masukan atau temuan jika ada hal yang kurang tepat di lapangan. Setiap laporan warga akan ditindaklanjuti bersama tim teknis agar proyek benar-benar kokoh, bermanfaat, dan bebas dari penyimpangan.

 

Target dan Harapan

Saat ini progres keseluruhan proyek berada di kisaran 45–60 persen, dengan target selesai sepenuhnya sebelum akhir tahun 2026. Setelah selesai, aset akan diserahkan sepenuhnya kepada kelompok tani untuk dikelola dan dipelihara secara berkelanjutan.

Diharapkan upaya ini mampu meningkatkan indeks pertanaman, menekan biaya produksi, serta memperkuat ketahanan pangan Kabupaten Cilacap.(sangidun/tim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *