Wartajavaindo.com
JEPARA – Jateng
Selasa pagi, 3 November 2026, di 24 desa yang tersebar di 15 kecamatan, menggema dan satu suara menyambut pesta demokrasi. Ribuan warga berbondong-bondong menuju TPS. Mereka sedang memilih nahkoda desanya untuk 6 tahun ke depan.
Sebanyak 119 ribu warga tercatat dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Artinya, 119 ribu sedang menentukan masa depan desanya.
Wakil Bupati Jepara, Muhammad Ibnu Hajar, bersama Forkopimda Jepara memilih turun langsung. Blusukan dari satu TPS ke TPS lain. Menyapa panitia, menyalami warga yang antre, memastikan tinta, surat suara, dan kotak suara semua siap.
Wabub Hajar berpesan, Demokrasi desa harus dijaga dengan hadir, bukan hanya diawasi dari jauh. Di sela kunjungannya, Wabup Ibnu Hajar menngatakan dengan tegas tapi menyejukkan.
“Kami datang untuk memastikan semua berjalan aman, tertib, dan lancar. Saya minta, gunakan hak pilih sesuai hati nurani. Jangan mau ditekan, jangan mau dibeli. Suara Bapak-Ibu ini mahal, menentukan masa depan desa,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan, Pilpet bukan perang. Setelah TPS ditutup, semua kembali jadi tetangga.
“Siapa pun yang dapat amanah, itulah pilihan rakyat yang wajib kita hormati. Jangan sampai beda pilihan bikin pecah persaudaraan. Begitu selesai, ayo kembali bersatu, bangun desanya sama-sama biar makin maju dan sejahtera,” tambahnya.
Pilpet Serentak 2026 ini bukan hanya soal siapa menang. Ini adalah ujian kedewasaan desa. Di TPS-TPS itu, warga membuktikan bahwa demokrasi bisa berjalan damai, tanpa keributan, tanpa intimidasi.
Dari pantauan Forkopimda, hingga siang hari proses pemungutan suara berjalan kondusif. Petugas sigap, warga antusias, dan suasana tetap guyub khas Jepara.
Kini, 24 desa menanti hasil. Siapa pun yang terpilih, tugas berat menantinya: membawa desanya lebih MULUS — Maju, Unggul, Lestari, dan Religius.
Edi P/John







