RAJA AMPAT – WARTA JAVAINDO, Ini yang betul, bupati baru, bungkus, maju, torang su tidak suka dengan dengan rezim dinasti politik yang selama ini menindas rakyat Raja Ampat, demikian histeria masa penjemput pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Raja Ampat periode 2024-2029, Orideko Iriano Burdam S.I.P, M.M, M.Ec.Dev – Drs. Mansur Syahdan M.Si di pelabuhan pariwisata Falaya Waisai Raja Ampat, 26 Agustus 2024.
Isu tak sedap menyelimuti pendukung Orideko Burdam – Mansur Syahdan selama Juni – Agustus 2024, jagoan mereka dikabarkan tidak memiliki rekomendasi partai untuk maju sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati Raja Ampat periode 2024-2029, konon katanya partai yang telah memberikan rekomendasi kepada mereka telah diambil oleh salah satu orang kuat di Raja Ampat untuk diberikan kepada adiknya untuk maju sebagai Calon Bupati Raja Ampat, bahkan tak tanggung-tanggung partai yang dipimpin Orideko telah lebih dulu direbut darinya.
Kecewa, tentu mereka kecewa, namun Sabtu, 24 Agustus 2024, pendukung dan simpatisan Orideko Mansur memperoleh kabar baik, Partai Nasdem dan PKS memberikan B1KWK dan memastikan pasangan Bupati IDAMAN ini memantapkan langkahnya mendaftar ke KPUD Raja Ampat, 28 Agustus 2024.
Kekecewaan yang dipendam berubah menjadi semangat, mereka terharu, sedih dan marah hingga histeris menyambut kedatangan Orideko Mansur, bak pahlawan yang memenangkan peperangan dan kembali membawa kemenangan kepada rakyatnya, Orideko Mansur didaulat menaiki tandu kebesaran raja dan diarak ribuan pendukung dan simpatisan dari pelabuhan Falaya hingga depan gerbang masuk pelabuhan Waisai, kemudian diarak ke kediaman perum 100 Waisai.
“ Dorang dua ini boleh yang bisa membela rakyat, kami sudah tertindas lama oleh rezim politik dinasti yang menyengsarakan rakyat Raja Ampat selama 10 tahun, hanya Orideko Mansur yang mampu kalahkan politik dinasti, dia berani melawan dan rela berkorban “, kata salah seorang ibu yang histeris sambil mencucurkan air mata.
Orideko Burdam dengan tegas menyatakan kepada ribuan pendukungnya, sekarang inilah saatnya kita putuskan mata rantai Dinasti Politik di kabupaten ini, rakyat sudah muak dengan kepemimpinan di Raja Ampat yang menindas. Kami orang miskin tapi bukan pengemis, Raja Ampat ini dibangun oleh masyarakat Raja Ampat untuk kesejahteraan semua orang yang ada di Raja Ampat, bukan untuk kepentingan Dinasti Politik keluarga tertentu.
Cuaca pelabuhan Falaya pada pagi hari 26 Agustus 2024 diguyur hujan lebat menyambut Orideko dan Mansur, sama persis ketika utusan Sultan Tidore yang diperintahkan bertemu Mambri Gurabesi di pulau Waigeo tempo dulu untuk membantu Kesultanan Tidore memerangi Ternate, yang kemudian dimenangkan Gurabesi dengan mudah, dan dihadiahi putri cantik sultan Tidore bernama Boki Tabai.
Hura Mambri ku hura, horee pahlawan ku horee, seperti terlukis pada sebuah syair lagu berjudul Gurabesi dalam Nyanyian Seruling Emas ciptaan Domine I.S.Kijne yang menggambarkan kepahlawanan Mambri Raja Ampat yang memenangkan perang melawan sultan Ternate membela kesultanan Tidore yang diwakili Orideko dari Raja Ampat dan Mansyur Sahdan dari Tidore.
( salomo )