Wartajavaindo.com
Grobogan – Ribuan jamaah dari berbagai daerah memadati kompleks makam Kiageng Raden Jalu ll atau Pangeran Demang ll di Dusun Pondok, Desa Sumberagung, Kecamatan Ngaringan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Senin (6/7/2026).
Puncak Haul Ke-4 yang menjadi salah satu agenda keagamaan tahunan masyarakat setempat, tak sekadar menjadi tradisi mengenang jasa leluhur, Haul Kiageng Raden Jalu ll kini berkembang menjadi ajang mempererat ukhuwah Islamiyah, memperkokoh silaturahmi, sekaligus menghidupkan syiar Islam di tengah masyarakat.
Rangkaian kegiatan dimulai sejak Kamis ( 02/07/2026 ) dengan berbagai agenda keagamaan. Sedangkan puncak acara di gelar pada Senin malam ( 06/07/2026 ), diawali pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sambutan panitia, mauidhoh hasanah, doa bersama, hingga lantunan shalawat yang menggema di area makam.
Antusiasme masyarakat terlihat begitu tinggi. Sejak sore hari, jamaah terus berdatangan hingga memenuhi lokasi acara. Mereka mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan penuh kekhusyukan.
Ketua Panitia Haul, Nur Huda, mengatakan sangat bersyukur atas suksesnya penyelenggaraan Haul tahun ini.
Menurutnya, jumlah jamaah yang terus meningkat menjadi bukti bahwa kegiatan tersebut semakin mendapat tempat di hati masyarakat.
“Alhamdulillah, kegiatan rutin 21 Muharam ini kembali terlaksana dengan baik. Kami bersyukur karena setiap tahun Haul terus berkembang dan semakin banyak masyarakat yang ikut mendukung serta berpartisipasi,” ujarnya
Ia menegaskan, keberhasilan penyelenggaraan Haul merupakan hasil kerja sama seluruh elemen masyarakat. Mulai dari Pemerintah Desa Sumberagung, tokoh agama, tokoh masyarakat, para pemuda, hingga para donatur yang secara swadaya mendukung jalannya kegiatan.
Sejumlah unsur turut hadir dalam acara tersebut, di antaranya Pemerintah Desa Sumberagung, Kepala Desa beserta perangkatnya, RT/RW, Polsek Ngaringan, Koramil, Banser, MWC NU, Ranting NU, GP Ansor, Muslimat NU, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.
Suasana semakin semarak dengan tausiah yang disampaikan lima ulama, yakni KH Syarofuddin Qumais dari Rembang, Habib Ali, Gus Karim, KH M. Syafi’i, dan KH M. Ridwan Aziz Al Hafidz.
Para ulama tersebut mengajak jamaah yang hadir untuk memperkuat keimanan, menjaga persatuan, dan meneladani perjuangan para pendahulu dalam menyebarkan ajaran Islam.
Nuansa religius semakin terasa saat Grup Rebana Rijalul Ansor Sumberagung tampil mengiringi lantunan shalawat. Penampilan perdana grup rebana tersebut mendapat sambutan hangat dari jamaah dan menjadi salah satu daya tarik dalam pelaksanaan Haul tahun ini.
Bagi masyarakat Dusun Pondok, Haul Kiageng Raden Jalu ll bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Lebih dari itu, kegiatan ini telah menjadi ruang kebersamaan yang mempertemukan masyarakat dari berbagai daerah dalam semangat persaudaraan, gotong royong, dan kecintaan terhadap syiar Islam.
Nur Huda berharap tradisi tersebut terus dilestarikan dan semakin berkembang pada tahun-tahun mendatang.
“Semoga Haul Simbah Kiageng Raden Jalu ll semakin besar, jamaah semakin kompak, para donatur tetap istiqamah mendukung kegiatan keagamaan ini, dan manfaatnya semakin dirasakan masyarakat luas,” pungkasnya.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh khidmat hingga acara berakhir, meninggalkan pesan bahwa tradisi keagamaan yang dirawat dengan kebersamaan akan terus menjadi perekat persatuan masyarakat
(Puji)








