ZULAIMANSYAH JEROHDI. potong pita menandai peresmian Dapur SPPG Botoreco Kunduran, Kamis (21/05/2026).
wartajavaindo.com
BLORA – Ditengah hamparan 317 hektare lahan pertanian yang tertata rapi, Dukuh Pungkruk Desa Botoreco, Kecamatan Kunduran Kabupaten Blora menorehkan sejarah baru. Kamis pagi (21/05/2026), desa ini menjadi saksi lahirnya Dapur satuan pelayanan pemenuhan Gizi (SPPG)
_ Sebuah ikhtiar mulia yang tak hanya menyajikan makanan bergizi, tetapi juga menghidupkan nilai khidmat dan gotong royong bagi anak negeri.
Dapur SPPG Botoreco didirikan untuk melayani 1.077.4 seribu tujuh puluh tujuh koma empat penerima manfaat, meliputi murit sekolah, ibu hamil, bayi, dan balita untuk awal raning.
Dibalik langkah ini, tersimpan tekad kuat seorang tokoh muda yang lahir di Dukuh Pungkruk , ALEK SUSILO, yang menjadi Mitra SPPG. bersama Yayasan Blora Mustika Sejahtera berkomitmen menghadirkan dapur yang amanah, sehat dan penuh keberkahan.
Dukuh Pungkruk Desa Botoreco yang dikenal sebagai desa kreatif. Warganya piawai mengolah limbah kayu, Namun, di tengah geliat ekonomi dan kreativitas itu, masih ada satu kebutuhan mendesak: pemenuhan gizi bagi generasi penerus bangsa. Dari sinilah semangat pendiri dapur SPPG berawal.
Doa dan Tasyakuran Jadi Awal Langkah peresmian dapur ditandai dengan istighosah dan dzikir jama’ i para tamu undangan, warga masyarakat, yang dipimpin oleh kyai, dan tokoh agama setempat.
Blora. Langit Dukuh Pungkruk Desa Botoreco yang teduh menambah suasana khidmat. Acara kemudian dilanjutkan dengan pemotongan pita oleh Kepala SPPG Zulaimansyah Jerohdi. Ketua Mitra SPPG, ketua Dewan pembina dan Ketua Yayasan Blora Mustika Sejahtera, kita minta Doa dari forkopimcam, Danramil, Kapolsek, Kepala puskesmas, kepala sekolah,BPC HIPMI Blora dan lain-lain yang merupakan tamu undangan.
Sebanyak 100 tamu undangan dan ada juga dari pihak penerima manfaat yang datang. “ALEK SUSILO”Mitra BGN yang turut membidani lahirnya Dapur tersebut. Langkah kecil namun sarat makna,” keberkahan bukan hanya dicari, tetapi juga diundang dengan kasih sayang.
SINERGI PEMERINTAH DAN WARGA
Hadir pula Kapten infantri, Danramel Kunduran, yang menyampaikan dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) _ Program Nasional arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Doa tasyakuran ini bagian dari permohonan restu agar program berjalan lancar. Koramil siap mendampingi pelaksanaan MBG dilapangan,” katanya.
Kepala Desa Botoreco Sujono, menegaskan dukungan penuh pemerintah desa. Ia berharap dapur SPPG bisa bersinergi dengan warga agar dapur tidak hanya berpungsi sosial, tetapi juga menjadi simpul ekonomi lokal yang berkelanjutan.
DARI PIRING KE PENGABDIAN.
Kepala SPPG Botoreco, Zulaimansyah Jerohdi , menyampaikan bahwa tahap pertama pelayanan akan dimulai bagi 1.077,4 penerima manfaat. Sementara itu Muri, sebagai Aslap, Ahli Gizi Kurinta menegaskan bahwa menu MBG harus memenuhi prinsip aman, sehat, halal dan thayyib.
Dana tersebut dibelanjakan penuh. Kita semua berkhidmat untuk memberi pelayanan terbaik,” ujarnya tegas.
Kiyai Rosidi menutup acara dengan Doa bersama para relawan diajak untuk mengamalkan wirid sholawat dan doa penjagaan sebelum mengolah makanan, sebagai bentuk penyucian niat dan ikhtiar.
“Pelayanan gizi bukan sekedar teknis, tapi juga ibadah,” pesannya.
SIMBOL KHIDMAT UNTUK NEGERI
Dapur SPPG Dukuh Pungkruk Desa Botoreco dijadwalkan mulai beroperasi pada Senin 25 mei 2026, Dari desa yang tenang namun penuh potensi ini, mengalir semangat pelayanan dan keikhlasan – bahwa khidmat untuk bangsa bisa dimulai dari piring sederhana yang disiapkan dengan cinta dan do’a Kata Alek Susilo selaku mitra SPPG.

(Alipkaryono)







