
PURWOREJO, WARTA JAVA INDO. COM
SEBANYAK 21 Anak Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Kutoarjo, Purworejo, Jawa Tengah, mengikuti kegiatan pendampingan dari Lembaga Rehabilitasi Sosial Tirto Jiwo, pada Rabu (16/12/2020). Bertempat di aula Sahardjo LPKA Kutoarjo, kegiatan berlangsung cukup menarik, terlihat dari antusias anak yang mengikutinya.

Anak-anak LPKA Kutoarjo diajak aktif untuk menuangkan pemikiran sederhana dalam kehidupan sehari-hari baik secara lisan maupun dengan lesan secara langsung.
Kepala Seksi Pembinaan, Rini Astuti menuturkan, kegiatan pendampingan yang dilakukan oleh Tirto Jiwo mendapat apresiasi dari LPKA Kutoarjo, apalagi ditengah pandemi Corona Virus Disease seperti sekarang ini, pelaksanaan kegiatan relatif terbatas.
“Lembaga Rehabilitasi seperti Tirto Jiwo ini sangat membantu meningkatkan semangat dan motivasi anak-anak untuk berubah lebih baik sekaligus menanamkan pola kesadaran sosial lingkungannya. Kami ucapkan terima kasih kepada tim dari Tirto Jiwo, sudah dua bulan ini tetap konsisten mengisi kegiatan pendampingan rutin kepada anak-anak kami,” ujar Rini.
Tiga Cara
Sementara itu, tim narasumber kegiatan dari Lembaga Rehabilitasi Tirto Jiwo yaitu dr Gunawan dan Rausen Fixer, menerangkan pendampingan bertujuan untuk mempengaruhi pola pikir dari anak – anak yang berhadapan dengan hukum di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Kutoarjo.

“Kami mencoba mempengaruhi secara positif pola pikir anak. Ada tiga cara yang kami lakukan untuk mempengaruhi anak agar menjadi pribadi yang baik, yaitu pertama adalah merubah mindset, kedua mengajarkan latihan keterampilan sosial, dan ketiga adalah pemecahan masalah (problem solving),” jelas dr Gunawan.
Dijelaskan secara rinci, anak di ajarkan merubah mindset, yaitu anak berhadapan dengan hukum, pada tahap awal rata-rata masih memiliki sifat dasar merasa tidak bersalah atas sikap dan perilaku sebelumnya.
Secara bertahap anak diajak berdialog dan berdiskusi untuk bisa memunculkan rasa kasih sayang, toleransi dan sifat saling menghargai.
Adapun mengajarkan latihan keterampilan sosial, yaitu latihan yang dilakukan dengan menggali pengetahuan dasar keterampilan anak, kepekaan sosial, bagaimana cara bergaul dan sikap untuk mampu berkomunikasi jujur, tegas namun tetap bisa menjaga perasaan orang lain (asertif).
“Sedangkan pemecahan masalah (problem solving) ini kami lakukan dengan melalui kegiatan pengamatan menyeluruh, bagaimana anak merespon permasalahan dan sekaligus cara penyelesaiannya,” ujarnya. (02)
Pewarta : Surjono, Editor : Bangsar







I’ve read a few good stuff here. Certainly value bookmarking for revisiting. I surprise how a lot effort you set to create this sort of excellent informative site.