๐“๐š๐ง๐ ๐ ๐š๐ฉ๐š๐ง ๐€๐‚๐‚ ๐…๐ข๐ง๐š๐ง๐œ๐ž ๐“๐ž๐ซ๐ก๐š๐๐š๐ฉ ๐€๐๐ฎ๐š๐ง ๐Ž๐‰๐Š ๐ƒ๐ข๐ง๐ข๐ฅ๐š๐ข ๐Š๐จ๐ง๐ญ๐ซ๐š๐๐ข๐ค๐ญ๐ข๐Ÿ; ๐ƒ๐ฎ๐ ๐š๐š๐ง ๐Œ๐š๐ฅ๐š๐๐ฆ๐ข๐ง๐ข๐ฌ๐ญ๐ซ๐š๐ฌ๐ข ๐„๐ค๐ฌ๐ž๐ค๐ฎ๐ฌ๐ข ๐”๐ง๐ข๐ญ ๐‰๐š๐๐ข ๐’๐จ๐ซ๐จ๐ญ๐š๐ง

 

wartajavaindo.com

๐๐”๐‘๐–๐Ž๐Š๐„๐‘๐“๐Ž โ€“ Menanggapi Surat Tanggapan nomor 51/SVDE/V/2026 yang diterbitkan oleh PT Swadharma Bhakti Sedaya Finance (ACC) tertanggal 07 Mei 2026, terdapat sejumlah poin krusial yang dinilai berbenturan dengan fakta yang dialami oleh konsumen, Ibu Ani Furwanti. Rilis ini menyoroti adanya dugaan ketidaksesuaian prosedur dalam proses eksekusi objek jaminan fidusia dan penolakan itikad baik pembayaran.

 

๐๐จ๐ข๐ง-๐๐จ๐ข๐ง ๐€๐ง๐š๐ฅ๐ข๐ฌ๐ข๐ฌ ๐‡๐ฎ๐ค๐ฎ๐ฆ & ๐“๐ž๐ฆ๐ฎ๐š๐ง ๐‹๐š๐ฉ๐š๐ง๐ ๐š๐ง:

๐Ÿ. ๐๐ž๐ง๐จ๐ฅ๐š๐ค๐š๐ง ๐ˆ๐ญ๐ข๐ค๐š๐ ๐๐š๐ข๐ค ๐๐ž๐ฆ๐›๐š๐ฒ๐š๐ซ๐š๐ง

Dalam suratnya, ACC menyatakan menghargai “itikad baik” konsumen. Namun, fakta di lapangan menunjukkan hal sebaliknya. Konsumen melaporkan bahwa saat mendatangi kantor ACC untuk melakukan kewajiban pembayaran (tunggakan berjalan 3 bulan), pihak leasing diduga melakukan penolakan pembayaran. Secara hukum, penolakan ini dapat dianggap sebagai hambatan yang sengaja diciptakan agar debitur tetap berada dalam status Wanprestasi, yang kemudian digunakan sebagai pintu masuk untuk melakukan lelang sepihak.

 

๐Ÿ. ๐„๐ค๐ฌ๐ž๐ค๐ฎ๐ฌ๐ข ๐”๐ง๐ข๐ญ ๐“๐š๐ง๐ฉ๐š ๐๐ž๐ฆ๐›๐ž๐ซ๐ข๐ญ๐š๐ก๐ฎ๐š๐ง ๐ค๐ž๐ฉ๐š๐๐š ๐ƒ๐ž๐›๐ข๐ญ๐ฎ๐ซ ๐’๐š๐ก

Terdapat dugaan kuat pelanggaran prosedur eksekusi. Unit kendaraan (Toyota Agya R 1695 MN) diketahui dieksekusi saat sedang berada di tangan pihak lain tanpa adanya pemberitahuan resmi (notifikasi) terlebih dahulu kepada debitur atas nama (Ibu Ani Furwanti).

Berdasarkan Putusan MK No. 18/PUU-XVII/2019, eksekusi jaminan fidusia tidak boleh dilakukan secara paksa tanpa kesepakatan cedera janji atau melalui penetapan pengadilan.

Tindakan mengambil unit tanpa koordinasi dengan pemilik sah merupakan bentuk pelanggaran hak konsumen yang serius.

 

๐Ÿ‘. ๐ƒ๐ฎ๐ ๐š๐š๐ง ๐Œ๐š๐ฅ๐š๐๐ฆ๐ข๐ง๐ข๐ฌ๐ญ๐ซ๐š๐ฌ๐ข & ๐Ž๐ค๐ง๐ฎ๐ฆ ๐ˆ๐ง๐ญ๐ž๐ซ๐ง๐š๐ฅ

Pihak konsumen menduga adanya keterlibatan oknum yang memaksakan status “Tidak Dapat Diterima” terhadap permohonan pelanjutan angsuran (seperti tertera pada poin 10 surat ACC). Keputusan sepihak ini terkesan menutup ruang mediasi yang seharusnya dikedepankan sesuai prinsip perlindungan konsumen yang diawasi oleh OJK.

 

๐๐ž๐ซ๐ง๐ฒ๐š๐ญ๐š๐š๐ง ๐’๐ข๐ค๐š๐ฉ:

Melalui rilis ini, pihak pengamat dan praktisi pers menekankan beberapa hal:

๐“๐ซ๐š๐ง๐ฌ๐ฉ๐š๐ซ๐š๐ง๐ฌ๐ข ๐‹๐ž๐ฅ๐š๐ง๐ : Mengingat poin 12 dalam surat ACC menyebutkan akan dilanjutkan ke proses lelang, kami memperingatkan bahwa proses lelang harus dilakukan melalui balai lelang resmi dengan prosedur yang transparan, bukan melalui mekanisme “penjualan bawah tangan” yang merugikan nilai ekonomis debitur.

 

๐€๐ฎ๐๐ข๐ญ ๐ˆ๐ง๐ญ๐ž๐ซ๐ง๐š๐ฅ: Mendesak manajemen pusat PT Swadharma Bhakti Sedaya Finance untuk melakukan audit terhadap oknum di cabang Purwokerto terkait kronologi penolakan pembayaran dan proses penarikan unit yang dilakukan tanpa sepengetahuan debitur.

๐๐ž๐ง๐ ๐š๐ฐ๐š๐ฌ๐š๐ง ๐Ž๐‰๐Š: Meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk tidak hanya menerima jawaban formal dari pihak leasing, tetapi melakukan verifikasi lapangan atas dugaan penolakan pembayaran yang dilakukan oleh pihak ACC saat debitur memiliki niat melunasi tunggakan.

“๐‡๐ฎ๐ค๐ฎ๐ฆ ๐ญ๐ข๐๐š๐ค ๐›๐จ๐ฅ๐ž๐ก ๐๐ข๐ฃ๐š๐๐ข๐ค๐š๐ง ๐š๐ฅ๐š๐ญ ๐ฎ๐ง๐ญ๐ฎ๐ค ๐ฆ๐ž๐ซ๐š๐ฆ๐ฉ๐š๐ฌ ๐ก๐š๐ค ๐ฐ๐š๐ซ๐ ๐š ๐ง๐ž๐ ๐š๐ซ๐š ๐๐ž๐ง๐ ๐š๐ง ๐๐š๐ฅ๐ข๐ก ๐ฉ๐ž๐ซ๐ฃ๐š๐ง๐ฃ๐ข๐š๐ง ๐ฌ๐ž๐ฉ๐ข๐ก๐š๐ค. ๐‰๐ข๐ค๐š ๐๐ž๐›๐ข๐ญ๐ฎ๐ซ ๐๐š๐ญ๐š๐ง๐  ๐๐ž๐ง๐ ๐š๐ง ๐ฎ๐š๐ง๐  ๐๐š๐ง ๐ง๐ข๐š๐ญ ๐›๐š๐ฒ๐š๐ซ ๐ง๐š๐ฆ๐ฎ๐ง ๐๐ข๐ญ๐จ๐ฅ๐š๐ค, ๐ฆ๐š๐ค๐š ๐ฎ๐ง๐ฌ๐ฎ๐ซ ๐ฐ๐š๐ง๐ฉ๐ซ๐ž๐ฌ๐ญ๐š๐ฌ๐ข ๐ญ๐ž๐ซ๐ฌ๐ž๐›๐ฎ๐ญ ๐ ๐ฎ๐ ๐ฎ๐ซ ๐๐ž๐ฆ๐ข ๐ก๐ฎ๐ค๐ฎ๐ฆ ๐ค๐š๐ซ๐ž๐ง๐š ๐š๐๐š๐ง๐ฒ๐š ๐ก๐š๐ฆ๐›๐š๐ญ๐š๐ง ๐๐š๐ซ๐ข ๐ฉ๐ข๐ก๐š๐ค ๐ค๐ซ๐ž๐๐ข๐ญ๐ฎ๐ซ ๐ฌ๐ž๐ง๐๐ข๐ซ๐ข.”(*)

๐“๐ˆ๐Œ/๐‘๐ž๐

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *